EKONOMIBISNISKALTARA

Pelabuhan Tengkayu I ‘Siap QRIS’, Dishub Kaltara Sebut Era Baru Digitalisasi Transportasi Dimulai

TARAKAN — Upaya percepatan digitalisasi layanan publik di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menunjukkan langkah signifikan. Bank Indonesia Perwakilan Kaltara bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara resmi meluncurkan Grand Tarakan Mall (GTM) Siap QRISTap dan Pelabuhan Tengkayu I Siap QRIS dalam kegiatan yang dilaksanakan di Grand Tarakan Mall, Kamis (11/12/2025).

Kepala Dishub Kaltara, H. Idham Chalid menyampaikan, sektor transportasi, khususnya layanan kepelabuhanan, kini memasuki fase transformasi yang semakin modern. “Pelabuhan bukan hanya simbol transportasi, tetapi layanan publik yang harus cepat, transparan, dan modern,” ujarnya.

Menurut Idham, sejak 17 September 2025 Pemprov Kaltara melalui Dishub mulai menjalankan program BGPort, sebuah terobosan digital untuk meningkatkan efisiensi serta transparansi layanan kepelabuhanan. Tahap awal transformasi dimulai dari digitalisasi pembayaran retribusi melalui QRIS.

“Program BGPort ini kami gagas untuk mempermudah layanan kepelabuhanan. Tahap jangka pendeknya dimulai dengan pembayaran retribusi jasa kepelabuhanan melalui QRIS,” jelasnya.

Program ini mendapatkan dukungan besar dari Bank Indonesia serta perbankan, termasuk Bank Kaltara, hingga berhasil meraih nominasi Mitra Strategis Perluasan Digitalisasi Provinsi Kaltara. Idham membeberkan, transformasi digital kini mulai menunjukkan hasil konkret. Seluruh agen pelayaran di Pelabuhan Tengkayu I, sebanyak 8 agen, telah beralih menggunakan QRIS dalam transaksi jasa kepelabuhanan.

“Alhamdulillah, transformasi layanan ini membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Delapan agen pelayaran di sini sudah menggunakan QRIS semuanya. Bahkan pembelian tiket speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu I kini bisa dibayar dengan QRIS,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa per November 2025, persentase penggunaan QRIS untuk pembayaran retribusi telah mencapai 48 persen, meningkat signifikan dibandingkan awal penerapan.

Digitalisasi transaksi dinilai memberikan dampak langsung pada efektivitas layanan hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Digitalisasi ini memberikan banyak manfaat. Transaksi menjadi lebih cepat, efisien, penerimaan daerah lebih transparan, keamanan transaksi meningkat, dan akhirnya mempermudah operator kapal maupun pelaku usaha,” kata Idham.

Dengan QRIS, kata Idham lebih lanjut, penumpang speedboat kini bisa membayar lebih praktis tanpa uang tunai, sementara operator memperoleh sistem pencatatan keuangan yang lebih rapi dan aman. Dishub Kaltara menargetkan transformasi layanan ini segera diperluas ke pelabuhan lain di wilayah Kalimantan Utara.

“Untuk saat ini kami fokus di pelabuhan di bawah kewenangan provinsi, yaitu Tengkayu I Tarakan dan Nunukan. Ke depan kami akan sosialisasikan penggunaan QRIS di KTT, Malinau, dan pelabuhan-pelabuhan lainnya,” ungkapnya.

Dishub juga menyiapkan edaran untuk mempercepat adopsi digitalisasi oleh agen-agen di pelabuhan. Idham Chalid pun menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang menjadi mitra utama dalam mewujudkan ‘Pelabuhan Siap QRIS’ di Kaltara.

“Izinkan kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara. Berkat sinergi ini, transformasi layanan pelabuhan sedikit demi sedikit meningkat,” ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada operator pelabuhan, pelaku usaha transportasi, serta masyarakat yang turut mendukung proses transformasi.

“Kami masih terus berbenah, namun dukungan berbagai pihak sangat penting untuk perbaikan layanan pelabuhan. Semoga momentum ini memperluas digitalisasi di seluruh sektor transportasi di Kalimantan Utara,” harapnya. (rz)

Berikan komentarmu!
Show More

Related Articles

Back to top button