KALTARATARAKAN

Posko Angkutan Laut Nataru Dibuka, KSOP Tarakan Prediksi Lonjakan Penumpang Cukup Tinggi

TARAKAN – Keselamatan penumpang selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menjadi perhatian Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Tarakan dengan mengaktifkan Posko Angkutan Laut Naturu. Pembukaan posko ditandai dengan apel siaga bersama lintas instansi guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus penumpang selama periode libur akhir tahun.

Kepala Kantor KSOP Kelas IIA Tarakan, Stanislaus Wembly Wetik mengatakan, apel siaga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari TNI-Polri, Imigrasi, Bea Cukai, PT Pelni, hingga PT Perindo sebagai operator pelabuhan. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat yang akan bepergian melalui jalur laut.

“Kami mengundang seluruh stakeholder agar bisa bersinergi dalam membantu para calon penumpang yang akan melakukan pelayaran, baik untuk ibadah maupun pulang kampung,” ujar Stanislaus.

Dalam apel tersebut, KSOP juga menyampaikan delapan arahan dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut. Arahan itu menekankan pentingnya pemantauan cuaca, penguatan koordinasi antarinstansi, serta pelaksanaan tugas secara profesional dan penuh kehati-hatian.

“Kami menyampaikan delapan arahan dari Dirjen Perhubungan Laut, di antaranya terkait pemantauan cuaca, sinergitas antarinstansi untuk memperlancar perjalanan penumpang, serta tetap bekerja dengan hati-hati demi keselamatan,” jelasnya.

KSOP Tarakan memprediksi terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru. Lonjakan diperkirakan mencapai sekitar 33 persen atau sebanyak 30.452 penumpang, yang mencakup layanan kapal Pelni, kapal penyeberangan ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Ferry), serta speedboat tradisional.

“Karena kita juga menggabungkan data dari speedboat tradisional dan ASDP, kami memperkirakan terjadi kenaikan sekitar 33 persen penumpang yang akan melalui Pelabuhan Malundung, Tengkayu, maupun ASDP,” kata Stanislaus.

Lonjakan penumpang diprediksi terjadi menjelang Natal, khususnya pada 24 Desember, terutama pada layanan kapal feri yang tetap beroperasi sesuai jadwal. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KSOP menyiagakan petugas di sejumlah titik pelayanan.

“Dalam satu hari kami menyiapkan sekitar 18 petugas yang dibagi ke dalam tiga posko untuk memperlancar arus naik dan turun penumpang,” ungkapnya.

Dari sisi keselamatan, KSOP memastikan seluruh armada yang beroperasi telah melalui pemeriksaan kelaiklautan atau ramp check. Pemeriksaan dilakukan terhadap tiga kapal Pelni, dua kapal penyeberangan, serta 23 kapal tradisional pengangkut penumpang.

“Semua kapal sudah kami nyatakan laik laut. Selain itu, kami juga membagikan dan mengganti life jacket pada speedboat tradisional, dengan dukungan dari stakeholder termasuk Pelindo,” tambah Stanislaus.

Terkait kapasitas angkut, KSOP telah mengajukan dispensasi penambahan penumpang untuk kapal Pelni. “Untuk kapal Pelni sudah diajukan dispensasi, kapasitasnya naik sekitar 25 persen. Harapannya semua penumpang bisa terangkut selama Natal dan Tahun Baru ini,” katanya.

Stanislaus melanjutkan, hingga kini belum ada permintaan penambahan armada. Namun KSOP menyiapkan kapal negara sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat atau lonjakan penumpang.

“Kami menyiapkan empat kapal negara dari KSOP dan empat kapal dari Distrik Navigasi untuk mengantisipasi keadaan darurat maupun lonjakan penumpang,” pungkasnya. (rz)

Berikan komentarmu!
Show More

Related Articles

Back to top button