NUNUKAN – Kecamatan Sembakung yang telah terendam banjir selama sepekan tidak membuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di sana terhenti. Puskesmas Atap bahkan telah mengalihkan lokasi operasionalnya sementara waktu karena akses jalan menuju gedung utama tergenang dan tidak dapat dilalui.
Plh Kepala Puskesmas Atap, Muhammad Syukur menjelaskan, langkah pemindahan lokasi dilakukan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan bantuan medis tetap terlayani, terutama di tengah meningkatnya risiko penyakit akibat cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan yang terdampak banjir.
“Kami tetap menjalankan kewajiban meskipun kondisi banjir masih merendam. Saat ini, tenaga kesehatan kami bekerja ekstra karena selain melayani pasien, mereka juga harus memobilisasi obat-obatan dan alat kesehatan (alkes) dari gedung Puskesmas menuju posko kesehatan darurat,” ujar Muhammad Syukur pada Kamis (8/1/2026).
Pihak Puskesmas juga mendukung penuh pembukaan Posko Evakuasi warga, dengan menugaskan sejumlah tenaga kesehatan untuk bersiaga secara bergilir di lokasi tersebut. Lokasi operasional kesehatan sementara ditempatkan di area yang lebih tinggi agar terhindar dari genangan air. Meskipun hanya menggunakan sekat atau partisi ruangan yang sederhana, petugas berupaya maksimal agar tempat tersebut tetap layak dan nyaman bagi pasien.
“Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan akses kesehatan yang memadai tanpa harus menembus genangan air yang membahayakan,” ujarnya.
Seluruh aparat Kecamatan Sembakung termasuk tenaga medis masih dalam posisi siaga penuh, dengan kondisi cuaca mendung dan hujan terus dipantau karena dikhawatirkan akan menyebabkan kenaikan kembali level air sungai.
“Warga diimbau untuk segera melapor ke petugas di posko kesehatan jika merasakan gejala penyakit apapun agar mendapatkan penanganan sedini mungkin,” pesannya. (sym)



