NUNUKAN – Beberapa hari tutup akibat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tersendat, 3 Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) akhirnya kembali melayani pembeli BBM secara serentak. Kondisinya dapat ditebak, pembeli membludak hingga mengular jauh ke jalan utama.
Di dua APMS yang ada di pusat kota, yakni sama-sama berdiri di Jalan TVRI, terlihat antrean panjang sejah subuh. Mereka umumnya datang lebih awal dengan harapan dapat BBM dengan cepat.
“Beda jam saja bukanya. Tapi baru kali ini bukanya bersamaan. Biasanya hanya 2, bahkan hanya 1 APMS saja yang rutin memberikan pelayanan,” ungkap salah seorang warga yang ikut mengantre di salah satu APMS di Nunukan pagi, Lajanu.
Agar tak ikut mengantre panjang, kata Lajanu, dia datang ke APMS sejak subuh. Namun sayang, dia kalah laju dari beberapa pembeli hingga ikut antre sampai pagi.
“Dari jam 5 saya sudah datang. Saya kira yang paling depan, ternyata sudah ada yang lebih dulu,” ujar Jamal, warga Inhutani yang ditemui di lokasi yang sama.
Basri, seorang pengemudi angkutan umum mengaku, sejak BBM tidak tersedia, dirinya membeli BBM dari Sebatik. Meskipun harganya lebih mahal, namun BBM itu dinilai sangat penting untuk dapat terus bekerja. Dia bahkan rela merogoh kocek lebih besar dari biasanya. ‘
“Saya beli 5 liter itu Rp150 ribu,. Kalau Rp150 ribu itu, dapat Pertalite 15 liter,” sebutnya.
Kendati harus menunggu lama, sejumlah warga khususnya pekerja kantoran mengaku bersyukur karena BBM sudah tersedia. Baik di APMS maupun di tingkat eceran. “Besok sudah Senin. Anak sekolah masuk dan kerja ke kantor. Jadi, amanlah,” ungkap Nawir, salah seorang warga Pangkalan yang ditemui.
Sebelumnya, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, Rohadiansyah, mengatakan kelangkaan tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan stok BBM. Menurutnya, kendala utama terjadi pada transportasi pengangkut BBM dari Tarakan.
“Memang ada sedikit kendala di transportasi, bukan di BBM-nya, jadi ada yang docking, ada juga yang sedang mengurus surat-menyurat, sehingga kapal itu tidak bisa berangkat,” kata Rohadiansyah, Jumat (9/1/2026).
Rohadiansyah menyebut kapal pengangkut BBM dari Tarakan saat ini sudah kembali beroperasi dan melayani distribusi ke Pulau Sebatik. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Nunukan pada Sabtu (10/1/2026).
“Tapi kabar terakhir hari ini sudah ada kapal di Sebatik, besok lanjut ke Nunukan kemudian nanti hari Minggu ada lagi kapal yang masuk ke Nunukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rohadiansyah menjelaskan keterbatasan armada juga menjadi penyebab distribusi BBM. “Saat ini hanya terdapat empat unit kapal yang melayani pengangkutan BBM untuk APMS di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik,” sebutnya. (sym)



