KALTARAINTERNASIONALNASIONAL

Sudah Tes Kesehatan, 172 Calon Haji Tarakan Dipastikan Siap ke Tanah Suci

TARAKAN – Ketatnya pemeriksaan kesehatan menjadi penentu utama keberangkatan calon jemaah haji tahun ini. Kementerian Haji memastikan, hanya calon jemaah yang benar-benar memenuhi syarat istitha’ah (kemampuan atau kesanggupan untuk melaksanakan ibadah haji)saja yang diizinkan berangkat.

Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 172 calon jemaah haji asal Kota Tarakan dipastikan siap menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026. Mereka dipastikan berangkat setelah memenuhi istitha’ah kesehatan. Kebijakan pemeriksaan kesehatan yang ketat ini merupakan arahan langsung dari Menteri Haji guna menjamin keselamatan dan kemampuan calon jemaah selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Banyak (calon) jemaah yang tidak istitha’ah, sehingga tidak bisa diberangkatkan. Alhamdulillah, yang berangkat betul-betul sehat,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Tarakan, Asmawan.

Meski seleksi kesehatan diperketat, calon jemaah lanjut usia masih mendominasi keberangkatan haji dari Tarakan. Namun demikian, para calon jemaah lansia tersebut tetap diperbolehkan berangkat dengan syarat mendapatkan pendamping dari anggota keluarga.

“Memang banyak lansia, tapi mereka didampingi. Ada anak, menantu, atau anggota keluarga lainnya yang mendampingi selama ibadah haji,” jelasnya.

Seiring dengan ditetapkannya status istitha’ah kesehatan, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) calon jemaah haji Tarakan juga telah tuntas hingga tahap kedua. Seluruh calon jemaah yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan telah menyelesaikan kewajiban pembayaran.

“Alhamdulillah, sejak pelunasan tahap pertama pada 23 sampai 29 Desember dan tahap kedua pada 2 hingga 9 Januari semuanya sudah selesai. Untuk Kota Tarakan, sebanyak 172 (calon) jemaah sudah melunasi dan seluruhnya dinyatakan lengkap,” kata Asmawan.

Tak hanya itu, pengurusan dokumen perjalanan jemaah haji Tarakan juga telah rampung. Seluruh paspor calon jemaah telah selesai diproses dan sebagian besar telah diserahkan ke Kantor Wilayah untuk tahap pemeriksaan.

“Untuk paspor alhamdulillah sudah 100 persen. Kemarin sekitar 153 paspor sudah kami antar ke Kanwil dan saat ini proses pemeriksaannya ditangani oleh pihak Kanwil,” ungkapnya.

Asmawan mengungkapkan, kuota haji Kota Tarakan awalnya berjumlah 200 calon jemaah, namun mengalami pengurangan. Hal tersebut disebabkan adanya jemaah yang menunda keberangkatan, meninggal dunia, serta penerapan Sistem Porsi Terproteksi secara nasional.

“Karena ada yang menunda dan ada yang meninggal dunia, kuota itu tidak dikembalikan. Secara sistem, kuota bisa diambil oleh daerah lain yang nomor porsinya lebih tua,” terangnya.

Untuk tahapan selanjutnya, Kementerian Haji Kota Tarakan akan memfokuskan pada pelaksanaan manasik haji, yang direncanakan digelar sebelum bulan Ramadan. Manasik ini juga akan menekankan kesiapan fisik dan kesehatan calon jemaah.

“Manasik haji diupayakan selesai sebelum bulan puasa. Insyaallah kita laksanakan bulan ini atau bulan depan,” katanya.

Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji Kalimantan Utara tahun ini mencapai 498 orang dan akan diberangkatkan dalam dua kloter. Calon jemaah asal Tarakan akan tergabung dalam Kloter 7 dan Kloter 8 dengan jadwal keberangkatan awal Mei.

“Satu kloter utuh berangkat tanggal 5 Mei, dan sisanya bergabung dengan Kalimantan Timur pada Kloter 8 berangkat tanggal 6 Mei,” jelas Asmawan.

Dari sisi kesehatan, Asmawan menegaskan, vaksin meningitis menjadi satu-satunya vaksin yang wajib bagi jamaah haji tahun ini, sementara vaksin lainnya bersifat anjuran.

“Influenza hanya anjuran. Untuk vaksin Covid sudah tidak diwajibkan lagi sejak tahun lalu,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan calon jemaah untuk mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca di Arab Saudi yang diperkirakan berada pada masa peralihan dari musim dingin menuju musim panas.

“(Calon) Jemaah perlu menyiapkan pakaian hangat dan obat-obatan. Biasanya saat musim dingin kulit menjadi kering dan bisa sampai berdarah. Nanti pihak kesehatan juga akan memberikan arahan,” pungkas Asmawan. (rz)

Berikan komentarmu!
Show More
Back to top button