TARAKAN — Seorang ibu paruh baya nyaris kehilangan nyawa usai diterkam buaya di Embung Persemaian, Kelurahan Karang Harapan, Senin (19/1/2026) sore. Beruntung, gerak cepat dan penuh keberanian personel Polres Tarakan berhasil menyelamatkan sang ibu dari serangan hewan predator tersebut.
Peristiwa menegangkan itu terjadi sekira pukul 15.15 Wita. Saat itu korban tengah mencari rumput untuk pakan ternak di tepi waduk. Tanpa disadari, seekor buaya berukuran sekitar 3 meter tiba-tiba menerkam kaki korban dan berusaha menyeretnya ke dalam waduk.
Sontak, teriakan minta tolong dari korban terdengar oleh personel Bagian SDM Polres Tarakan yang sedang melaksanakan Pembinaan Fisik (Binsik) bagi Calon Siswa (Casis) Polri tak jauh dari lokasi kejadian. Mereka yang mendengar itu langsung berhamburan menuju waduk dan mendapati korban masih berada dalam cengkeraman buaya.
“Saat itu korban sudah diterkam buaya, sehingga prioritas kami adalah menyelamatkan korban secepat mungkin,” ujar Kapolres Tarakan AKBP Erwin Saputra Manik, melalui Kasi Humas Polres Tarakan, IPTU Rusli.
Dengan koordinasi cepat dan keberanian tinggi, personel berupaya melepaskan gigitan buaya dari kaki korban. Setelah beberapa saat, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari serangan hewan predator tersebut.
Korban yang terluka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) menggunakan kendaraan dinas Polres Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat serangan buaya itu, korban mengalami luka serius berupa patah tulang pada betis kaki kanan dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
Rusli menegaskan, keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kepolisian. Ia juga memberikan apresiasi atas kesigapan personel yang berada di lokasi.
“Kami bersyukur korban dapat diselamatkan. Ini berkat respons cepat dan keberanian anggota di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah hal utama bagi kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar perairan terbuka. “Kami mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas terlalu dekat dengan waduk, sungai, atau rawa-rawa yang berpotensi menjadi habitat buaya, agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Rusli. (rz)


