KALTARAPOLITIKTARAKAN

Bangun Puspem, Pemkot Tarakan Gelontorkan Rp400 Miliar

TARAKAN – Rencana pembangunan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tarakan mulai memasuki tahap awal tahun ini. Proyek strategis bernilai lebih dari Rp400 miliar itu akan dikerjakan melalui skema multiyears dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2028 mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana Erdian mengatakan, agar proyek ratusan miliar ini berjalan dengan baik, DPRD Kota Tarakan berkomitmen mengawal jalannya program tersebut. Hal ini diungkapkan Randy –sapaan akrabnya– usai kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Tarakan ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tarakan, Senin (2/2/2026).

“Pusat pemerintahan ini kami (akan) kawal terus. Itu alasan kami hadir, untuk membantu Dinas PU mengawal pelaksanaan kegiatan. Apalagi ini proyek multiyears dengan anggaran yang besar,” ungkap Randy.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tarakan ini juga menekankan, agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dia juga berharap kegiatan ini selesai sesuai jadwal dan dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat Kota Tarakan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Tarakan Fandariansyah menjelaskan, kawasan pusat pemerintahan akan dibangun di wilayah Kawasan Siap Bangun (Kasiba), Jalan Pangeran Aji Iskandar, Kecamatan Tarakan Utara. Total luas Kasiba mencapai sekitar 136 hektar, dengan alokasi khusus Puspem seluas 40 hingga 50 hektar.

Pada tahap awal, kata Fanda, pembangunan akan difokuskan pada peningkatan akses menuju lokasi Puspem, termasuk perbaikan Jalan Pangeran Aji Iskandar sebagai jalur utama menuju kawasan tersebut. Selain akses jalan, pembangunan tahap awal juga mencakup pembangunan gedung Kantor Wali Kota Tarakan sebagai bangunan utama Puspem, dengan alokasi anggaran awal sekitar Rp20 miliar.

“OPD yang direncanakan masuk pada tahap awal, yaitu BKD (Badan Kepegawaian Daerah), Inspektorat, Bappeda, dan BKPSDM,” jelas Fandariansyah.

Ia juga menyampaikan, pembangunan Puspem tidak akan mengganggu pelayanan publik yang telah berjalan. Sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat tetap beroperasi di lokasi yang lama. Dia juga memastikan, pembangunan Puspem berjalan seiring dengan program prioritas lainnya, seperti penanganan banjir dan peningkatan infrastruktur jalan di sejumlah titik Kota Tarakan.

“Pembangunan pusat pemerintahan tetap berjalan seiring dengan program penanganan banjir dan perbaikan jalan di beberapa titik, termasuk di Kelurahan Karang Anyar,” pungkasnya. (rz)

Berikan komentarmu!
Show More
Back to top button