Kendaraan Taktis Militer Malaysia Terparkir di Krayan, Ada Apa di Sana?
NUNUKAN – Tindakan militer Malaysia menempatkan kendaraan taktisnya di wilayah Krayan – Indonesia menjadi perbincangan warga perbatasan belakangan ini. Tak hanya warga Nunukan, warga Malaysia juga dibuat bertanya-tanya dengan langkah militer Malaysia tersebut memarkir kendaraanya di wilayah kekuasaan Indonesia.
Dikutip dari laman media sabahpost.net, kemunculan kendaraan taktis militer darat Malaysia pertama kali terpantau di Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) belum lama ini. Masih kata sabahpost.net, kegiatan militer Malaysia itu langsung menuai pertanyaan di kalangan masyarakat, khususnya ketika isu berkaitan sempadan Indonesia–Malaysia melibatkan tiga desa belakangan ini.
Berdasarkan pantauan media tersebut, kendaraan taktis itu bernomor registrasi ZC 6735 diyakini telah masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga memunculkan spekulasi masyarakat terkait masuknya aset militer asing di kawasan sensitif tersebut.
Bahkan, Camat Krayan, Roni Firdaus juga sudah dikonfirmasi oleh media tersebut dan sudah menjelaskan bahwa Tentera Darat Malaysia (TDM) masuk ke wilayah tersebut atas izin otoritas Indonesia dan tidak melibatkan operasi militer apa pun.
“Ia merupakan aktiviti operasi mereka. Di kawasan sempadan juga terdapat Pos Gabungan Malaysia (Posgabma). Justeru, pergerakan itu dibenarkan dan segala urusan pentadbiran telah melalui Pasukan Petugas Pengamanan Sempadan (Pamtas) yang berpangkalan di Teluk Midang,” jelas Ronny.
Dikonfirmasi media ini, Ronny Firdaus membenarkan telah informasi sabahpost.net dan menyebut kendaraan militer tersebut memang sering terlihat di pos gabungan Indonesia – Malaysia, tepatnya di Desa Long Bawan. Memang, kata dia, tidak diketahui adanya agenda lain yang disepakati antar kedua negara.
“Hanya saja kendaraan tersebut biasa mereka gunakan untuk memenuhi keperluan dan kebutuhan logistik mereka di pos gabungan saja,” jelas Ronny ketika dihubungi, Senin (2/2/2026) lalu.
Berdasarkan informasi yang didapatkan media ini, di Krayan terdapat pos gabungan militer kedua negara, yakni TNI dan TDM yang sama-sama menjaga batas wilayah. Masing-masing militer yang bertugas di pos tersebut berjumlah 10 personel, jumlah keseluruhan 20 personel.
Sementara, aktivitas kendaraan militer Malaysia sepenuhnya dalam pengawasan personel TNI yang bertugas apabila mereka masuk ke wilayah indonesia. “Sudah atas izin Komandan Kompi (Danki) Satgas Pamtas. Apabila mereka ingin berbelanja kebutuhan logistik, mereka di Long Bawan pun, ada personil TNI yang ikut mengawal di dalam kendaraan taktis milik Tentara Diraja Malaysia,” pungkas Ronny. (set)


