Nelayan Sebatik Rahmatsyah Belum Ditemukan, Pencarian Dihentikan
NUNUKAN – Setelah dicari selama seminggu oleh Tim Search and Rescue (SAR), pencarian nelayan asal Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat bernama Rahmatsyah (29) yang tenggelam beberapa waktu lalu akhirnya resmi dihentikan. Kabar ini tentu saja menjadi kabar pahit bagi Rahmatsyah.
Kepala Operasi SAR Tarakan, Dede Hariana mengatakan, keputusan penghentian operasi diambil setelah seluruh upaya pencarian dilakukan namun tidak membuahkan hasil. Korban sendiri dilaporkan hilang di perairan Bambangan, Kamis (29/1/2026) lalu.
“Pada hari Rabu, 04 Februari 2026 pukul 15.35 WITA, Tim SAR telah melaksanakan pencarian dengan metode visual di sekitar lokasi kejadian dengan hasil nihil, dan atas permintaan keluarga korban, operasi diusulkan untuk ditutup,” ujar Dede melalui pesan tertulis.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rahmatsyah, nelayan berusia 29 tahun yang merupakan warga Desa Bambangan, Sebatik Barat, dilaporkan hilang saat menuju lokasi kelong miliknya di pesisir pantai RT 05, Desa Bambangan. Korban diduga hendak mengambil ikan hasil tangkapan yang terperangkap di kelong tersebut.
“Kami menerima informasi bahwa pada Rabu, 28 Januari 2026 sekitar pukul 19.00 WITA, korban berangkat menuju lokasi memanen ikan di perairan Bambangan, Sebatik, namun hingga keesokan harinya belum kembali,” jelasnya seraya menyebut lokasi kejadian berada di Perairan Pantai Sebatik, dekat Dermaga Bambangan, dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari Pos SAR Nunukan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, mengungkapkan korban diketahui bernama Rahmatsyah (29), warga Jalan Bambangan RT 01, Desa Bambangan, Sebatik Barat. Selain berprofesi sebagai nelayan, korban juga tercatat sebagai karyawan PT Sampoerna yang berkantor di Jalan Bambangan RT 03.
“Korban pergi menuju lokasi kelong pada Rabu malam, 28 Januari 2026. Ia berangkat seorang diri dengan mengendarai sepeda motor,” ujar Sunarwan melalui pesan tertulis.
Hilangnya Rahmatsyah pertama kali diketahui oleh pamannya, Aswan, yang menyusul ke lokasi kelong pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Namun, di lokasi tersebut, Aswan hanya menemukan hasil tangkapan ikan yang sudah diambil serta sebuah senter milik korban.
“Tidak menemukan korban di lokasi, paman korban kemudian melapor ke Polsek Sebatik Barat untuk dilakukan pencarian,” lanjut Sunarwan.
Peristiwa ini sempat menghebohkan warga sekitar. Proses pencarian melibatkan Tim SAR, personel Polri, Satgas Pamtas RI–Malaysia, Satgas Marinir Bambangan, serta masyarakat setempat. Meski telah dilakukan penyisiran laut dan pesisir secara maksimal, hingga operasi dihentikan, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban.
Dihentikannya operasi SAR menutup rangkaian pencarian resmi, namun duka dan doa masih menyelimuti keluarga serta warga Bambangan, yang berharap Rahmatsyah dapat segera ditemukan. (sym)


