INTERNASIONALBULUNGANKALTARANUNUKANTARAKAN

Musim Haji Makin Dekat, Calon Jemaah Diingatkan Jaga Fisik dan Mental

NUNUKAN – Kuota calon Jemaah Haji Kabupaten Nunukan tahun 2026 ditetapkan sebanyak 223 orang, terdiri dari 139 jemaah asal Pulau Nunukan dan 84 jemaah dari Pulau Sebatik. Seluruh jemaah dijadwalkan berangkat menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci pada Mei 2026 mendatang.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Utara (Kaltara) HM Saleh SAg MPd menyebutkan saat ini para jemaah calon haji tengah memasuki fase penting, yakni persiapan, baik secara fisik, mental, maupun pemahaman teknis ibadah.

Lebih jauh dijelaskan, sebagai bagian dari persiapan, manasik haji akan dilaksanakan secara bertahap, baik di tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan. Manasik haji direncanakan mulai digelar pada Februari hingga April 2026, dengan total 8–10 kali pertemuan, mencakup teori dan praktik. Manasik tersebut meliputi pemahaman rukun dan wajib haji, tata cara ihram, thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga etika serta kebersamaan selama berada di Tanah Suci.

“Manasik bukan sekadar simulasi atau pengulangan gerakan ibadah, melainkan sarana pembekalan yang komprehensif agar jamaah memahami makna, tata cara, serta hikmah dari setiap rangkaian ibadah haji,” jelasnya.

Selain manasik, tahapan keberangkatan jemaah haji Nunukan juga telah dipetakan. Setelah seluruh jemaah menyelesaikan manasik dan pemeriksaan kesehatan tahap akhir, jemaah akan diberangkatkan dari Nunukan menuju embarkasi, sesuai kloter yang ditetapkan Kementerian Agama.

Secara umum, tahapan keberangkatan meliputi, manasik haji tingkat kabupaten dan kecamatan, pemeriksaan kesehatan tahap akhir dan pelunasan biaya haji, penetapan kloter dan jadwal keberangkatan, pemberangkatan dari Nunukan menuju embarkasi keberangkatan ke Arab Saudi pada Mei 2026.

Saleh juga mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik yang menuntut kondisi tubuh prima dan ketahanan yang baik, sehingga jamaah diminta menjaga kesehatan sejak dini.

“Ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima. Saya mengimbau jamaah menjaga kesehatan, mengatur pola makan, berolahraga ringan secara rutin, serta mematuhi seluruh anjuran dan pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya.

Dia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual. Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh nilai pengorbanan, kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah.

“Oleh karena itu, pelaksanaannya memerlukan persiapan yang matang, pemahaman yang benar, serta kesiapan lahir dan batin,” pungkasnya. (sym)

Berikan komentarmu!
Show More
Back to top button