KALTARANUNUKANPENDIDIKAN

Investigasi Dugaan Penganiayaan Guru di SD 001 Sebatik Tengah Rampung, Hasilnya Diserahkan ke Bupati

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan akhirnya merampungkan investigasi terkait dugaan penganiayaan guru SD 001 Sebatik Tengah belum lama ini. Hasil pemeriksaan tersebut segera dilaporkan kepada Bupati Nunukan untuk penentuan langkah dan sanksi selanjutnya.

Kepala Bidang Ketenagaan, Kurikulum, Sastra dan Perizinan Disdikbud Nunukan, Rahmansyah mengatakan hasil investigasi telah disampaikan kepada pimpinan Disdikbud dan BKPSDM. Berdasar informasi yang beredar, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bernama Sitti Halimah diduga mengalami tindakan kekerasan dari sesama pendidik, yakni Sensusinah, S.Pd yang menjabat kepala sekolah di SD 001 Sebatik Tengah.

“Hasilnya sudah kami sampaikan ke pimpinan dan segera disampaikan ke bupati untuk tindakan selanjutnya,” ujar Rahmansyah saat ditemui, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengetahui substansi persoalan yang terjadi dan mendalami dampak dari konflik personal antara kedua pihak. Berdasarkan penelusuran, permasalahan pribadi disebut menjadi pemicu utama hingga berujung pada insiden yang terjadi pada 2 Februari 2026.

Menurut Rahmansyah, kejadian tersebut turut diklarifikasi oleh Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, Ahmad Taufiq, S.Pd.I, bersama Guru PAI Mappewali, S.Pd.I, yang mengaku berada langsung di lokasi saat peristiwa berlangsung.

“Berdasarkan penjelasan Ahmad Taufiq, peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 Wita ketika dirinya berkunjung ke SD 001 Sebatik Tengah untuk bersilaturahmi dengan kepala sekolah sekaligus membahas berkas sertifikasi milik Sitti Halimah,” ungkapnya.

Saat itu, Ahmad Taufiq berbincang di teras kantor bersama Sensusinah yang turut didampingi Mappewali. Tak lama kemudian, Sitti Halimah berjalan dari perpustakaan menuju kelas I untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Ketika melintas di depan kantor sekolah, Sensusinah disebut melihat keberadaan Sitti Halimah.

Nah, berdasarkan keterangan saksi, terjadi tindakan yang dinilai tidak pantas dilakukan oleh seorang pimpinan satuan pendidikan. Sensusinah diduga melempar kursi dan serok sampah ke arah Sitti Halimah, meski lemparan tersebut dilaporkan tidak mengenai yang bersangkutan.

Melihat situasi memanas, Ahmad Taufiq dan Mappewali segera melerai. Setelah insiden itu, Sitti Halimah tetap melanjutkan tugas mengajar di kelas I sesuai jadwal.
Sementara itu, Ahmad Taufiq bersama Sensusinah masuk ke ruang kantor untuk membicarakan persoalan lanjutan, termasuk berkas sertifikasi Sitti Halimah yang belum ditandatangani kepala sekolah. Namun, dari hasil koordinasi tersebut, Sensusinah disebut tetap tidak bersedia menandatangani dokumen dimaksud.

Tak lama setelah proses belajar mengajar berlangsung, kondisi Sitti Halimah dilaporkan menurun. Pihak sekolah kemudian menghubungi Puskesmas (PKM) Aji Kuning untuk mendapatkan penanganan medis. Sitti Halimah selanjutnya dirujuk dari PKM Sungai Nyamuk ke RSUD Nunukan untuk perawatan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, pasca kejadian hingga saat ini proses belajar mengajar tetap berjalan normal,” pungkas Rahmansyah. (sym)

Berikan komentarmu!
Show More
Back to top button