EKONOMIBISNISKALTARATARAKAN

Karantina Kaltara Perkuat Pengawasan di Pintu Masuk, Dukung Pengendalian Inflasi Selama Imlek dan Ramadan

TARAKAN – Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tarakan yang digelar pada Senin (9/2/2025).

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Tarakan, dr Khairul MKes, bersama unsur Forkopimda dan instansi vertikal lainnya guna menyelaraskan langkah pengendalian inflasi jelang momentum hari besar keagamaan.

Kepala Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud menegaskan, peran karantina sangat krusial karena berada di garda terdepan pengawasan lalu lintas komoditas.

“Karantina memiliki peran penting di pintu masuk dan keluarnya barang, baik melalui pelabuhan maupun bandara. Kami memastikan setiap komoditas yang masuk maupun keluar telah memenuhi persyaratan karantina, bebas dari hama dan penyakit, serta sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Ichi.

Menurutnya, kelancaran distribusi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga. Karena itu, pihaknya terus mendorong percepatan layanan sertifikasi dan pemeriksaan agar tidak terjadi hambatan distribusi (bottleneck) yang dapat memicu kelangkaan pasokan maupun lonjakan harga di pasar.

“Percepatan layanan menjadi langkah konkret kami untuk mendukung kelancaran arus komoditas. Jangan sampai ada hambatan administratif yang berdampak pada pasokan dan harga di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan, Khairul menekankan pentingnya sinergi lintas sektor mengingat posisi strategis Tarakan sebagai motor penggerak ekonomi Kaltara.

“Tarakan berkontribusi sebesar 40 persen terhadap PDRB Kalimantan Utara. Menghadapi potensi lonjakan harga jelang hari besar keagamaan, kita perlu sinergi yang kuat,” ujar Khairul.

Ia juga menginstruksikan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, termasuk percepatan program cetak sawah serta optimalisasi suplai komoditas hortikultura dari petani lokal.

“Saya instruksikan agar program cetak sawah segera dilakukan, dan untuk komoditas seperti kangkung, kita maksimalkan suplai dari petani lokal,” tegasnya.

Melalui keikutsertaan dalam HLM TPID ini, Karantina Kalimantan Utara kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pengawasan lalu lintas komoditas. Sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah menjelang HBKN. (rz)

Berikan komentarmu!
Show More
Back to top button