MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Tarakan Tunggu Formula Teknis dari Pusat

TARAKAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan ikut dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan. Namun, hingga kini Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan masih menunggu kejelasan Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan program tersebut, termasuk pola distribusi dan mekanisme penyaluran makanan kepada peserta didik.
Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino menegaskan, keberlanjutan program MBG selama Ramadan merupakan kebijakan pemerintah pusat yang wajib dijalankan di daerah. “MBG Ramadan dari pusat sudah jelas tetap akan ada,” ujar Simon.
Meski program dipastikan berlanjut, Simon mengungkapkan bahwa hasil sinkronisasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menunjukkan bahwa teknis pelaksanaan MBG selama Ramadan masih belum diterima. Hal ini mencakup skema distribusi makanan, pola pemberian, hingga mekanisme penyaluran di sekolah-sekolah.
Menurut Simon, ketidakjelasan juknis berpotensi menimbulkan kebingungan dalam pelaksanaan di lapangan apabila tidak segera disinkronkan. Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi hal yang krusial agar program tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
“SPPG ini masih menunggu formulanya seperti apa, programnya seperti apa, dan teknisnya seperti apa,” jelasnya.
Selain membahas pelaksanaan MBG selama Ramadan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Tarakan baru-baru ini juga menyoroti masih adanya sekolah di wilayah pesisir Kota Tarakan yang belum mendapatkan layanan MBG. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD agar pemerataan program dapat segera direalisasikan.
Soal ini, Koordinator Wilayah SPPG Kota Tarakan, Dewi membenarkan hal tersebut, Dewi juga menyebut, hingga saat ini petunjuk teknis resmi terkait MBG Ramadan belum diterbitkan oleh pemerintah pusat.“Mungkin sudah ada informasi yang beredar, tapi saya belum bisa bicara lebih jauh karena juknisnya belum keluar,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap juknis tersebut segera diterbitkan agar pelaksanaan MBG selama Ramadan dapat berjalan lancar, sekaligus memastikan kebutuhan gizi peserta didik tetap terpenuhi selama bulan puasa. (rz)


