KALTARAHUKUM & KRIMINALTARAKAN

Perkuat Kamtibmas Selama HKBN, Polres Tarakan Rangkul Tokoh Agama dan Ormas

TARAKAN – Rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Tahun Baru Imlek, Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri, Hari Raya Nyepi, hingga Paskah, menjadi perhatian serius Polres Tarakan. Untuk memperkuat langkah tersebut, Polres Tarakan mengajak tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kota Tarakan untuk bersinergi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kambtibmas) selama HKBN berlangsung.

Hal itu ditegaskan dalam silaturahmi yang digelar di Cafe Malabar, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Jumat (13/2/2026) lalu. Dalam pertemuan tersebut, jajaran kepolisian bersama lintas elemen masyarakat duduk bersama membahas potensi kerawanan sekaligus langkah antisipasi demi menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian hari besar keagamaan dapat berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi. Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci utama menjaga kondusivitas Kota Tarakan,” tekan Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Saputra Manik.

Dalam dialog tersebut, sejumlah potensi gangguan kamtibmas menjadi perhatian bersama. Di antaranya maraknya balap liar yang berisiko menimbulkan kecelakaan, tradisi balap lari di jalan raya yang mengganggu pengguna jalan, aktivitas membangunkan sahur dengan pengeras suara berlebihan, hingga peredaran minuman keras (miras) ilegal yang kerap memicu konflik sosial.

Selain itu, persoalan kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir dan sekitar masjid saat kegiatan buka puasa, serta parkir liar dan aktivitas ekonomi jalanan juga turut menjadi pembahasan. Kapolres menambahkan, pihaknya akan meningkatkan patroli serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kami tidak akan ragu melakukan penindakan, termasuk penilangan terhadap pelaku balap liar dan penertiban miras ilegal. Namun, langkah preventif dan edukatif tetap kami kedepankan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan beserta enam perwakilan agama, serta berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan seperti Kokam Kaltara, GP Ansor Tarakan, Muhammadiyah Tarakan, HIPMI Tarakan, Senkom Tarakan, KNPI Jaya Tarakan, GMKI Tarakan, HMI Cabang Tarakan, BEM INSTEKMUH Tarakan, dan BEM STIMIK PPKIA Tarakan.

Dalam forum itu, para tokoh agama dan perwakilan ormas menyampaikan sejumlah usulan, seperti pendirian pos pelayanan dan pos pengamanan di titik-titik strategis sebagaimana pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengaturan lokasi khusus untuk tradisi balap lari melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan, hingga sosialisasi Call Center 110 di tempat-tempat ibadah.

Mereka juga mendorong penguatan toleransi, moderasi beragama, serta agenda rutin kegiatan bersih-bersih lingkungan guna menciptakan suasana yang nyaman selama perayaan keagamaan. Menjelang Ramadan, situasi kamtibmas di Kota Tarakan terpantau relatif kondusif.

Meski demikian, potensi gangguan seperti penggunaan petasan atau meriam bambu, parkir liar, serta peredaran miras ilegal tetap menjadi atensi. Melalui forum silaturahmi lintas elemen ini, diharapkan terbangun komunikasi yang berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat, sehingga stabilitas keamanan tetap terjaga dan seluruh umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting dan kami berharap dapat dilaksanakan secara rutin,” tutup Erwin. (rz)

Show More
Back to top button