Puluhan Kelompok Seni dan Olahraga Siap Ramaikan HUT Baloi Adat Dayak Agabag
NUNUKAN – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Baloi Adat Besar Dayak Agabag Sungai Tulid, atmosfer kemeriahan mulai menyelimuti Kecamatan Tulin Onsoi. Pasalnya, dalam waktu dekat akan digelar festival yang isinya menjadi momentum krusial untuk memperkokoh jati diri masyarakat hukum adat.
Wakil Ketua Adat Besar Sungai Tulid, Siprianus Sati mengatakan, festival ini akan digelar pada 25 Februari hingga 5 Maret 2026 mendatang. Untuk mengingat momen penting ini, panitia mengusung tema “Adat Istiadat Sebagai Fondasi dan Pilar Bangsa,” yang isinya memadukan lomba kesenian budaya dengan kompetisi olahraga.
Siprianus Sati juga menjelaskan, konsep ini selaras dengan prinsip mensana in corpore sano, di mana olahraga bertujuan menjaga kesehatan raga, sementara kesenian budaya berfungsi mempertebal kecintaan pada warisan leluhur serta menguatkan mental spiritual.
“Persiapan masyarakat sangat luar biasa. Sejak Desember tahun lalu, warga sudah mulai berlatih tari-tarian dan cabang olahraga yang akan diperlombakan. Kami ingin memastikan bahwa perayaan tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang pembuktian bahwa adat Dayak Agabag tetap eksis dan relevan,” beber Siprianus Sati.
Menurut Siprianus, kegiatan yang mereka gelar tahun ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini merupakan buah dari kerja keras masyarakat hukum adat serta struktur kepengurusan lembaga yang kini lebih tertata. Ketersediaan fasilitas di Baloi Adat yang representatif juga menjadi faktor pendukung utama kemajuan festival kali ini.
Secara historis, Siprianus menceritakan bahwa pembangunan Baloi Adat Dayak Agabag ini diinisiasi oleh pengurus lembaga dan didukung penuh oleh peran serta masyarakat. Pembangunan yang memakan waktu dari Februari 2022 hingga Desember 2023 tersebut lahir dari kebutuhan akan adanya pusat kegiatan atau sentral yang menjadi simbol keluhuran adat bagi suku Dayak Agabag.
“Bagi kami, Baloi Adat adalah simbol keluhuran. Melalui festival ini, kami ingin melakukan show off atau unjuk kekayaan budaya kepada masyarakat luas dan suku lain yang ada di sekitar Tulin Onsoi. Kami ingin menunjukkan betapa megahnya warisan yang kami miliki,” tambahnya dengan penuh semangat dan rasa syukur.
Sebanyak 50 kelompok seni dan 20 tim olahraga dipastikan akan bersaing dalam kemeriahan festival. Salah satu daya tarik utama yang paling dinantikan oleh masyarakat adalah Tarian Kukui, yang akan menjadi penampilan pamungkas dan andalan dalam parade kesenian nanti. Tarian ini dianggap sebagai identitas kuat yang menyatukan semangat warga. (1ku)