
TARAKAN – Aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan di perairan Kalimantan Utara diminta ekstra waspada menyusul kenaikan tinggi gelombang yang diperkirakan masih berlangsung hingga dua hari ke depan. BMKG Tarakan mencatat, peningkatan ini dipicu angin kencang dan dinamika atmosfer global yang sedang aktif.
Forecaster BMKG Tarakan, Danurahni Aryashta menjelaskan, tinggi gelombang di sejumlah perairan Kaltara saat ini berada pada kategori sedang. Tingginya berkisar 1 sampai 1,3 meter.
“Untuk perairan Tarakan antara 1 hingga 1,4 meter, sedangkan perairan Tanjung Selor atau muara Bulungan–Tarakan sedikit lebih tinggi, yakni 1 sampai 1,5 meter,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan gelombang dipengaruhi oleh kecepatan angin yang berada di atas kondisi normal. Saat ini angin dominan bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 18–25 knot.
“Kecepatan angin yang cukup kuat ini sangat mendukung terbentuknya gelombang yang lebih tinggi dibandingkan hari biasa,” ujarnya.
Selain faktor angin, kondisi atmosfer global juga ikut berperan. Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) saat ini berada pada fase 2, yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Utara. Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif lebih hangat dari normal sehingga suplai uap air ke atmosfer meningkat.
“Situasi ini semakin mendukung pembentukan awan hujan dan turut berkontribusi terhadap kenaikan tinggi gelombang,” terangnya.
Danurahni menambahkan, tinggi gelombang tidak terjadi merata sepanjang hari. Pada siang hari, gelombang cenderung lebih rendah namun tetap di atas kondisi normal.
“Biasanya siang hari berkisar 0,3 hingga 0,6 meter, sekarang bisa mencapai 0,8 sampai 1 meter,” katanya.
Sementara itu, puncak gelombang diperkirakan terjadi pada dini hari hingga pagi hari. “Perkiraan puncaknya antara pukul 02.00 hingga 08.00 Wita dengan ketinggian mencapai 1 sampai 1,5 meter,” ungkapnya.
BMKG Tarakan pun mengimbau nelayan, operator speedboat, serta masyarakat yang beraktivitas di laut agar rutin memantau pembaruan informasi cuaca maritim dan mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum berlayar.
“Nelayan maupun operator speedboat diharapkan selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut,” pesannya. (rz)


