UMUM

Lestarikan Syiar Islam, Festival Ramadan Ceria Kembali Digelar di Tulin Onsoi

NUNUKAN – Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Tulin Onsoi kembali menggelar Festival Ramadan Ceria. Acara tahunan ini resmi dibuka pada Sabtu (21/2) bertempat di Yayasan Sevilla, Kecamatan Tulin Onsoi, dengan mengusung tema besar “Adventure Ramadhan”.

Gelaran ini direncanakan berlangsung selama hampir satu bulan penuh, terhitung sejak 21 Februari hingga 15 Maret 2026. Pemilihan tema petualangan dimaksudkan untuk memberikan pengalaman spiritual yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak serta remaja di wilayah perbatasan tersebut selama menjalankan ibadah puasa.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tulin Onsoi, Nasaruddin dalam pernyataannya menyampaikan bahwa konsistensi selama lima tahun ini merupakan wujud dedikasi keluarga besar Nahdlatul Ulama dalam membina generasi muda. Menurutnya, persiapan tahun ini dilakukan secara matang agar konsep “Adventure Ramadhan” dapat benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Kami ingin Ramadan tahun ini menjadi petualangan spiritual yang berkesan bagi anak-anak. Melalui berbagai lomba yang kami siapkan, kami berharap muncul bakat-bakat baru yang religius dan percaya diri dari Tulin Onsoi maupun Sebuku,” ungkap Nasaruddin.

POSE BERSAMA : Seluruh panitia dan pihak penyelenggara berfoto bersama usai pembukaan acara. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 15 Maret mendatang.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Sekretaris Camat (Sekcam) Tulin Onsoi, Kapospol, Ketua MUI, Ketua Muslimat NU, hingga Ketua LAZISNU Tulin Onsoi serta tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran para tokoh ini mempertegas dukungan lintas sektor terhadap pendidikan karakter berbasis agama di wilayah tersebut.

Dalam momen tersebut, dilaksanakan pula agenda Waqaf Al-Qur’an dari LAZISNU Tulin Onsoi. Mushaf Al-Qur’an diberikan secara simbolis kepada perwakilan TPA/TPQ, Madrasah, dan Sekolah Islam yang tersebar di wilayah Kecamatan Tulin Onsoi dan Kecamatan Sebuku sebagai upaya nyata dalam syiar Islam.

Dalam sambutannya, Sekcam Tulin Onsoi sekaligus Ketua MWCNU Sebuku, Parhan ikut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif LAZISNU dan MWCNU Tulin Onsoi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wadah penting dalam pembentukan karakter generasi muda yang Islami di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.

WAKAF : Salah satu kegiatan yang dipersiapkan Lazisnu Tulin Onsoi adalah wakaf Alquran.

Pria yang akrab disapa Ustaz Parhan juga menyampaikan harapannya agar Festival Ramadhan Ceria dapat terus dipertahankan sebagai agenda rutin setiap tahun. Menurutnya, sinergi antara struktur NU dan pemerintah setempat sangat krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di wilayah pelosok dan perbatasan.

Setelah prosesi pembukaan usai, kemeriahan langsung berlanjut dengan dimulainya lomba mewarnai Islami dan kaligrafi. Cabang lomba lainnya seperti adzan, tahfidz, tartil, tilawah, Pildacil, asmaul husna, hingga sholawat akan dilaksanakan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia pelaksana.

Tercatat sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan Islam se-Kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi memadati lokasi acara. Antusiasme yang tinggi dari para santri dan wali santri ini diharapkan dapat terus terjaga hingga puncak penutupan festival pada pertengahan Maret mendatang. (1ku)

Show More
Back to top button