NUNUKAN – Bagi warga Kabupaten Nunukan, khususnya yang bermukim di pulau Nunukan, Bulan Suci Ramadan selalu membawa berkah. Hal ini bisa dilihat di sejumlah titik jalan protokol hingga kawasan permukiman yang selalu dipenuhi pedagang takjil.
Bisa dibilang, mereka muncul bukan dadakan, melainkan sudah menyiapkan diri sebelum bulan suci tersebut datang. Mereka berdagang dengan menawarkan aneka menu takjil untuk berbuka puasa, mulai dari kolak, es buah, gorengan hingga kue tradisional.
Fenomena ini hampir selalu terjadi setiap bulan suci Ramadan. Bahkan, ada warga yang sebelumnya tidak pernah berjualan kue, memanfaatkan momen ini untuk menambah penghasilan. Lapak sederhana dengan meja lipat dan tenda kecil langsung dihampar menjelang waktu berbuka.
Di kawasan Jalan Pelabuhan Baru hingga Jalan TVRI dan sekitar Pasar Liem Hie Djung, misalnya, puluhan pedagang mulai ramai sejak pukul 15.30 Wita. Bakda Ashar itu dinilai menjadi waktu paling efektif bagi warga yang ingin berburu takjil agar tak kehabisan.
“Ini memang khusus Ramadan saja. Lumayan untuk tambah-tambah kebutuhan rumah tangga,” ujar salah seorang pedagang takjil musiman, Rahma (34).
Rahma mengaku, omzet per harinya bisa mencapai ratusan ribu rupiah, tergantung cuaca dan jumlah pembeli. Menu yang paling diminati biasanya es buah dan aneka gorengan. Fenomena pedagang takjil musiman ini tidak hanya memberi warna tersendiri di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi mikro masyarakat.
Namun di sisi lain, muncul persoalan penataan lapak dan kebersihan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian. Beberapa warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait melakukan penataan lokasi berjualan agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan tetap menjaga kebersihan.
“Bagus (berjualan takjil) karena membantu ekonomi warga, tapi tetap harus tertib dan bersih,” kata Aco, seorang warga.
Ramadan di Nunukan memang selalu menghadirkan dinamika tersendiri. Di tengah semangat ibadah, geliat UMKM musiman seperti pedagang takjil menjadi bukti bahwa bulan suci tak hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat perbatasan. (sym)


