Jaga Ramadan, Polisi Kembali Ingatkan Warga Waspada Kejahatan hingga Hoaks
TARAKAN — Momen Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas ibadah dan kebersamaan masyarakat, diminta tidak lengah terhadap potensi tindak kriminal. Kepolisian juga kembali mengingatkan, meningkatnya mobilitas warga saat berbuka puasa, tarawih, hingga sahur kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik melalui Kasat Reskrim AKP Ridho Pandu Abdillah menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama demi menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama Ramadan. Saat malam misalnya, kata dia, selama Ramadan masyarakat banyak beribadah di luar rumah, sehingga rumah tersebut kosong. Kondisi ini tentu saja berpotensi menjadi sasaran pelaku pencurian jika rumah tidak dipastikan dalam kondisi aman.
“Pastikan rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan. Kemudian gunakan kunci ganda pada kendaraan bermotor agar tidak memberi kesempatan kepada pelaku kejahatan,” tegasnya.
Selain kejahatan konvensional, kepolisian juga mengingatkan potensi gangguan ketertiban umum yang kerap terjadi selama Ramadan, seperti menyalakan petasan atau mercon. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan karena dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan,” tambah Ridho.
Tak hanya itu, aksi balap liar maupun konvoi berlebihan pada malam hari atau menjelang sahur juga menjadi perhatian aparat. Hal ini ditekankan lantaran bisa membahayakan pengendara dan orang lain.
Tak hanya itu, Ridho turut menyoroti penggunaan media sosial yang tidak bijak. Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, maupun provokasi dinilai dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Jangan main hakim sendiri dan jangan menggunakan media sosial secara tidak tepat. Laporkan kepada kami. Bisa langsung ke Polres Tarakan atau melalui call center 110,” pungkasnya. (rz)


