PARIWISATAKALTARANASIONALNUNUKANUMUM

Hari Lahir Balai Adat Dayak Agabag Sungai Tulid Dirayakan Hari Ini, Desa Kalunsayan Dipastikan Sesak Oleh Pengunjung

TULIN ONSOI – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 2 Balai Adat Agabag Sungai Tulid di Desa Kalunsayan, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan yang digelar hari ini, Rabu 25 Februari 2026 dipastikan berlangsung meriah. Masyarakat yang bermukim di sepanjang Sungai Tulid juga dipastikan hadir untuk meramaikan kegiatan tahunan masyarakat Desa Kalunsayan ini.

Wakil Ketua Adat Agabag Sungai Tulid Desa Kalunsayan, Siprianus Sati menyebut, tak hanya akan dihadiri pejabat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, kegiatan ini juga akan semakin semarak dengan hadirnya Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, seperti Dinas Pariwisata, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan lainnya. Tak hanya itu, kegiatan ini kabanya juga akan dihadiri tamu dari negeri jiran, Malaysia yang melihat kegiatan ini sangat penting untuk terus membumikan adat istiadat Dayak Agabag di Bumi Kalimantan.

“Kami juga mengundang pemerintah, semua pihak, juga dari etnis dan suku lain untuk bersinergi, berdampingan untuk mensukseskan acara ini. Kegiatan ini adalah nafas kita semua untuk merayakan ulang tahun ke-2 Balai Adat Agabag Sungai Tulid ini,” ungkap Sati kepada satukaltara.com di sela-sela persiapan perayaan ini, Selasa (24/2/2026) sore.

Namun, bukan hal mudah memulai semuanya. Sati menyebut, membangun peradaban ini dimulai dari hati dan sejarah yang panjang. Tahun pertama, kata dia, membangun Balai Adat membutuhkan banyak energi yang luar biasa. Tantangan dunia luar yang cukup masif juga menjadi kendala yang tidak mudah dilewati.

“Dan bersyukurnya, kita semua kompak dan bersatu untuk semuanya. Sehingga momen ini diadakan untuk mengingat kembali masa pembangunan dengan proses yang akan selalu kami kenang sebagai perjuangan yang tidak mudah, hingga semuanya membuahkan hasil seperti saat ini,” ungkap Sati.

Karena buah perjuangan itulah, kata Sati, kegiatan ini menjadi sangat membekas di hati masyarakat Desa Kalunsayan. “Masyarakat sangat antusias dan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dan kami dapat informasi kehadiran Pak Wakil Gubernur hadir untuk mewakili Pak Gubernur yang katanya tugas luar kota,” ungkapnya.

Dia pun berharap dengan hadirnya pemerintah daerah dalam kegiatan ini bisa menjadi awal kemudahan bagi mereka dalam menjalankan kegiatan-kegiatan adat. Pasalnya, belakangan ini Balai Adat memang agak sulit mengembangkan kegiatan kebudayaan lantaran terkendala masalah pembiayaan dan lainnya.

“Kami memang sempat sangat sulit melakukan terobosan-terobosan, untuk bisa mengembangkan kebudayaan adat kami. Karena persoalan itu tadi (masalah biaya dan lainnya). Namun, dengan hadirnya pemerintah dalam kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami serius membangun kebudayaan yang telah lama dilahirkan oleh leluhur kita, Dayak Agabag,” katanya.

Sesuai rencana, usai dibuka oleh Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan adat dan berbagai lomba, seperti lomba menyumpit, lomba tari adat, pertandingan voli dan hiburan masyarakat lainnya.

“Kegiatan kami banyak. Dan besar harapan kami, kegiatan ini bisa membuka keran informasi buat semua pihak bahwa Dayak Agabag terus tumbuh dan bisa mengakomodir semua kepentingan-kepentingan masyarakat adat,” ungkap Sati.

Berdasarkan data, ada 10 desa yang memenuhi kawasan sepanjang Sungai Tulid, yakni Desa Kalunsayan, Desa Semunad, Desa Sekikilan, Desa Tembalang, Desa Salang, Desa Tinampak I, Desa Tinampak II, Desa Taubaru, Desa Naputi, dan Desa Balatikon. Desa-desa ini umumnya dipenuhi masyarakat Dayak Agabag. Tak hanya di Tulin Onsoi, Dayak Agabag juga banyak ditemui di Sebuku, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu. (2ku)

Show More
Back to top button