KALTARANASIONALNUNUKAN

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Nunukan, 4 Ribu KK Terdampak

NUNUKAN – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Nunukan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Sembakung dan sejumlah sungai di wilayah Krayan meluap. Banjir pun merendam permukiman warga di sedikitnya 10 kecamatan dan berdampak pada 4.033 kepala keluarga atau 12.484 jiwa, sementara tinggi muka air di sejumlah titik masih menunjukkan tren kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan Pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, Sembakung, Krayan, Krayan Timur, Krayan Barat, dan Sebuku.

Di sejumlah titik, banjir tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga membawa material kayu dan lumpur yang menutup akses jalan, khususnya di wilayah Krayan dan sebagian daerah Lumbis. Kondisi ini menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.

Selain permukiman, banjir turut berdampak pada 17 fasilitas pendidikan, 12 fasilitas kesehatan, 31 fasilitas pemerintahan, 18 fasilitas umum lainnya, serta 19 rumah ibadah. Debit air di sejumlah titik juga masih terpantau meningkat.

Di Kecamatan Lumbis, tinggi muka air (TMA) pada pukul 19.30 WITA tercatat mencapai 9,9 meter, naik dari 9,8 meter pada pukul 16.09 WITA. Sementara di Kecamatan Sembakung, TMA tercatat 4 meter pada pukul 17.52 WITA, meningkat dari sebelumnya 3,90 meter.

Meski air mulai surut di beberapa lokasi, aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar di sejumlah kecamatan belum sepenuhnya pulih. Warga yang sempat mengungsi di Pos BPBD Kecamatan Lumbis dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing.

Dikonfirmasi, personel BPBD Nunukan di lapangan, Zulhijas mengatakan, pihaknya masih bersiaga mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan. BPBD Nunukan, kata dia, bersama pihak kecamatan, pemerintah desa, TNI, dan Polri terus melakukan pemantauan wilayah terdampak, pembersihan fasilitas ibadah dan jalan dari sisa material banjir, serta pengkajian cepat dan inventarisasi dampak bencana. Pemantauan tinggi muka air difokuskan pada tiang ukur di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, dan Desa Atap, Kecamatan Sembakung.

“Kami masih melakukan pemantauan intensif, terutama di titik-titik yang debit airnya masih naik. Masyarakat kami imbau tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi peningkatan air secara signifikan. Koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan terus kami perkuat agar respons bisa cepat dilakukan,” ujarnya.

BPBD Nunukan pun mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (sym)

Show More
Back to top button