EKONOMIBISNISKALTARANASIONALNUNUKANPARIWISATA

Hotel Bergairah, Wisman Anjlok, Wajah Ganda Pariwisata Nunukan di Awal 2026

NUNUKAN – Sektor pariwisata Kabupaten Nunukan memasuki awal 2026 dengan dinamika yang kontras. Di satu sisi, kinerja hotel dan akomodasi menunjukkan tren membaik. Namun di sisi lain, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) justru merosot tajam.

Fakta ini terungkap dalam Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 06/03/6504/Th.III yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan pada 2 Maret 2026.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada Januari 2026 tercatat sebesar 24,90%, naik signifikan 7,07 poin dibandingkan Januari 2025 yang hanya 17,83%.

“Artinya, hampir seperempat kamar hotel di Nunukan berhasil terisi sepanjang Januari tahun ini. Sebuah sinyal pemulihan produktivitas usaha akomodasi,” kata Kepala BPS Nunukan Iskandar Ahmadien kepada media ini.

Sepanjang periode Januari 2025 hingga Januari 2026, capaian TPK tertinggi terjadi pada Oktober 2025 sebesar 44,16%, sedangkan titik terendah berada di Maret 2025 sebesar 14,12%. Tak hanya itu, Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) juga mengalami peningkatan. Pada Januari 2026, RLMT gabungan mencapai 1,66 hari—naik 0,51 hari dibandingkan Januari 2025 dan meningkat 0,56 hari dibandingkan Desember 2025.

“Ini menunjukkan tamu yang datang cenderung tinggal lebih lama, memberi dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha,” ungkapnya.

Menariknya, RLMT tamu Indonesia (WNI) juga sebesar 1,66 hari dan menjadi yang tertinggi sepanjang Januari 2025 hingga Januari 2026. Sebaliknya, RLMT tamu asing (WNA) tercatat 0,00 hari. “Angka ini mengindikasikan tidak adanya aktivitas menginap wisatawan asing di akomodasi yang tercatat pada Januari 2026,” jelasnya.

Penurunan paling mencolok terjadi pada jumlah kunjungan wisman. Sepanjang Januari 2026, tercatat hanya 995 kunjungan melalui pintu imigrasi turun drastis 2.145 kunjungan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 3.104 kunjungan.

Bahkan jika dibandingkan Januari 2025, jumlah ini lebih rendah 1.290 kunjungan. Dalam setahun terakhir, puncak kunjungan wisman terjadi pada Desember 2025, sementara angka terendah tercatat pada Maret 2025 sebanyak 815 kunjungan. Iskandar menyebutkan, kondisi ini sebagai tantangan sekaligus peluang.

“Walaupun kunjungan wisman menurun di awal tahun, peningkatan TPK dan lama menginap menjadi sinyal positif bagi sektor perhotelan. Ini menunjukkan daya tahan pasar domestik cukup kuat,” ujarnya.

Dengan tren ini, sektor pariwisata Nunukan dihadapkan pada pekerjaan rumah untuk kembali mendongkrak arus wisatawan mancanegara, sembari mempertahankan momentum pertumbuhan dari pasar domestik. “Sinergi promosi, penguatan event daerah, dan peningkatan konektivitas dinilai menjadi kunci untuk menjaga geliat pariwisata tetap bertumbuh sepanjang 2026,” jelasnya. (sym)

Back to top button