KALTARANASIONALTARAKAN

Matangkan Operasi Ketupat Kayan 2026, Kapolres Tarakan: Pengamanan Idul Fitri Harus Maksimal

TARAKAN — Untuk mematangkan Operasi Ketupat Kayan 2026, Polres Tarakan menggelar zoom meeting dan rapat koordinasi di Ruang Vicon Sanika Satyawada, sekira pukul 10.00 Wita, Senin (2/3/2026). Rapat ini menjadi langkah awal mematangkan strategi pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri dan arus mudik Lebaran 2026 di Kota Tarakan.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tarakan, mulai dari Wali Kota Tarakan, Dandim 0907 Tarakan, Dansatad 204 Tarakan. Hadir juga jajaran Forkopimda, hingga para Pejabat Utama (PJU) Polres Tarakan.

Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Saputra Manik menegaskan, meskipun terdapat potensi penurunan pergerakan masyarakat pada momen mudik tahun ini, seluruh jajaran kepolisian tetap diminta tidak meremehkan situasi.

“Seluruh personel dan stakeholder harus tetap melaksanakan persiapan pengamanan secara maksimal, khususnya di objek-objek vital,” kata Erwin.

Erwin menjelaskan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mencakup rekayasa lalu lintas serta sosialisasi berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat melalui optimalisasi kanal informasi. Dia juga menekankan agar informasi kepada masyarakat harus tersampaikan dengan baik agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.

Selain pengamanan arus mudik, pelayanan di tempat ibadah, sarana transportasi umum, serta objek wisata juga menjadi perhatian utama. Kapolres menekankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Libatkan partisipasi masyarakat agar tercipta situasi yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok turut menjadi agenda penting. Termasuk di dalamnya pengawasan distribusi BBM dan BBG agar tetap terjaga selama periode lebaran.

“Satgas pangan harus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengawasan ketat. Setiap bentuk penyimpangan harus ditindak tegas, namun tanpa mengganggu ketersediaan pasokan bagi masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu, mitigasi bencana juga menjadi perhatian serius. Seluruh stakeholder diminta menyiapkan jalur evakuasi, titik pengungsian, distribusi logistik, perlengkapan SAR, hingga dukungan sarana seperti genset dan jaringan komunikasi guna mengantisipasi potensi gangguan selama Idul Fitri dan arus mudik. Sebagai bentuk kesiapan Operasi Ketupat Kayan 2026, Polres Tarakan bersama instansi terkait juga berencana mendirikan Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), serta Pos Terpadu di sejumlah titik strategis. Pos tersebut juga akan difungsikan sebagai rest area bagi para pemudik.

“Yang paling penting, kita bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas serta memastikan masyarakat merasa nyaman selama perayaan Lebaran,” pungkas Erwin. (rz)

Show More
Back to top button