NUNUKAN – Turnamen futsal garapan 3 organisasi, yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Nunukan, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Nunukan dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nunukan, yakni ‘Turnamen Futsal Ramadan Cup’ yang masih berlangsung saat ini, ternyata tak melibatkan Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKAB) Nunukan. Hal itu terungkap setelah AFKAB Nunukan melayangkan klarifikasi resminya terkait pelaksanaan turnamen yang tengah menjadi perhatian masyarakat Nunukan tersebut.
Pernyataan dan klarifikasi ini disampaikan menyusul banyaknya pertanyaan dan dugaan miring soal keterlibatan AFKAB Nunukan dalam kegiatan tersebut. Bahkan, sejumlah pemain dan tim yang ikut berlaga juga heran dengan turnamen futsal yang tak melibatkan induk mereka.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa 3 Maret 2026 itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFKAB Nunukan, Mardi ST memberikan sinyal bahwa turnamen yang dibuka pada Minggu 22 Februari 2026 lalu itu memang ‘melangkahi’ AFKAB Nunukan. Meski begitu, Mardi mengaku selalu mendukung setiap kegiatan yang bertujuan memajukan olahraga futsal. Bahkan, mereka juga menekankan komitmen utama AFKAB Nunukan dalam pembinaan atlet.
“Kami juga berkomitmen melakukan pengembangan kompetisi yang sehat, serta tata kelola organisasi olahraga yang berjalan sesuai aturan. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang perlu diluruskan,” tegas Mardi.
Yang pertama, beber Mardi, tidak adanya pelibatan cabang olahraga dalam pelaksanaan Ramadan Cup yang dibuka pada 22 Februari 2026 tersebut. Bahkan, organisasi sekelas AFKAB Nunukan selaku cabang olahraga futsal juga tidak dikonfirmasi secara resmi.
“Padahal secara struktur organisasi olahraga, cabang olahraga (AFKAB Nunukan) memiliki kewenangan teknis terhadap kegiatan yang berkaitan langsung dengan futsal (di Nunukan),” kata dia.
Selanjutnya, papar Mahdi, Ramadan Cup yang saat ini digelar sebenarnya merupakan agenda AFKAB Nunukan berdasarkan hasil Rapat Kerja (Raker) AFKAB Nunukan. Selain Liga 1, Liga 2, dan Liga Pelajar, turnamen bertajuk Ramadan Cup juga merupakan bagian dari agenda resmi AFKAB Nunukan dalam program pembinaan dan kompetisi futsal daerah. Namun belakangan, kegiatan tersebut digelar pihak lain dan justru disokong penuh oleh KONI Nunukan.
“AFKAB Nunukan menilai bahwa KONI sebagai induk organisasi cabang olahraga seharusnya menjadi contoh dalam menjalankan tata kelola organisasi yang baik, menjunjung koordinasi, serta mematuhi mekanisme dan aturan yang berlaku,” katanya.
Mardi juga menyayangkan, KONI sebagai induk organisasi yang seharusnya memiliki tanggung jawab moral untuk membangun sinergi dengan cabang olahraga di bawahnya, malah terlihat abai dan lebih memilih menjalankan kegiatan tanpa melibatkan cabor terkait. Yang lebih membingungkan, AFKAB Nunukan sempat dihubungi pihak kepolisian terkait surat rekomendasi turnamen, namun dalam dokumen tersebut tidak terdapat rekomendasi dari AFKAB sebagai cabang olahraga futsal.
“Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi agar administrasi kegiatan olahraga berjalan sesuai mekanisme organisasi,” sesalnya. (2ku)