Pemuda di Sebengkok Ditemukan Gantung Diri, Polisi Selidiki Motifnya
TARAKAN — Kasus dugaan bunuh diri kembali menghiasi laman media di Kalimantan Utara (Kaltara) dalam seminggu ini. Kali ini, pria di Jalan Cendana RT 20, Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah yang bikin geger setelah ditemukan tergantung di dalam kamar kontrakan sekira pukul 14.00 Wita, Kamis (5/3/2026) lalu.
Korban diketahui berinisial BR (27), seorang karyawan toko yang tinggal bersama ibunya di rumah kontrakan tersebut. Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi gantung diri di dalam kamar yang terkunci dari dalam.
Dikonfirmasi, Kapolsek Tarakan Barat, IPDA Niger Andian Bunga membenarkan peristiwa penemuan jenazah tersebut. Niger mengungkapkan, peristiwa ini diketahui ketika ibu korban, M (53), yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah pemilik kontrakan, pulang sekira pukul 13.00 WITA. Saat hendak menemui anaknya, ia mendapati pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dan tidak ada respons ketika dipanggil. Karena khawatir, M kemudian meminta bantuan pemilik kontrakan, NH (49), untuk membuka pintu kamar tersebut.
“Setelah pintu dibuka paksa bersama pemilik kontrakan dan seorang pekerja, korban ditemukan sudah dalam keadaan gantung diri di dalam kamar,” ungkap Niger, Jumat (6/3/2026).
Sebelum kejadian, kata Niger, korban sempat terlihat meminjam tangga milik pemilik kontrakan sekitar pukul 10.00 WITA. Tangga tersebut rencananya digunakan untuk memperbaiki lampu di rumah kontrakan yang mereka tempati.
Pemilik kontrakan, NH mengatakan korban dan ibunya telah menempati rumah tersebut sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Selama itu juga tidak pernah terlihat adanya keributan ataupun masalah dengan lingkungan sekitar. Manajer tempat korban bekerja, AR(39), ketika dimintai keterangan sebagai saksi juga menyebut korban dikenal sebagai karyawan yang cukup baik selama bekerja sekitar dua tahun terakhir.

“Seharusnya korban masuk kerja pukul 13.00 WITA, tetapi tidak datang. AR kemudian mendapat kabar bahwa yang bersangkutan meninggal dunia, sehingga AR langsung mendatangi lokasi,” Lanjutnya.
Lebih lanjut Niger menjelaskan, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan para saksi.
“Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. H. Jusuf SK untuk dilakukan visum,” ucapnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk mendalami kemungkinan motif di balik dugaan gantung diri tersebut.
“Motifnya masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Tarakan,” tutupnya. (rz)