UMUMBULUNGANKALTARA

Tinjau Pembersihan Pelabuhan Kayan II, Bupati Siapkan Fasilitas Sambut Arus Mudik

TANJUNG SELOR – Arus mudik yang dipastikan padat dalam waktu dekat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan. Salah satu perhatian itu terlihat saat Bupati Bulungan Syarwani ikut dalam upaya pembersihan dan penyemprotan di kawasan Pelabuhan Kayan II, Selasa malam (10/3/2026).

Bupati Syarwani menjelaskan, kegiatan yang dipimpin langsung Dinas Perhubungan ini melibatkan Satpol PP serta petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Bulungan ini merupakan agenda rutin tahunan Pemkab Bulungan jelang Hari Raya Idulfitri. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi pelabuhan tetap bersih, aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan mudik atau pun datang ke Bulungan.

“Kurang lebih sekitar 10 hari ke depan intensitas penumpang yang datang ke Tanjung Selor dipastikan meningkat, sehingga kondisi pelabuhan harus kita siapkan dengan lebih baik,” ujar Syarwani.

Ia menegaskan, Pelabuhan Kayan II merupakan pintu gerbang utama Kabupaten Bulungan, sehingga kebersihan dan penataan kawasan menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Pelabuhan Kayan II ini adalah etalase atau pintu gerbang masyarakat Kabupaten Bulungan. Karena itu kondisinya harus representatif, bersih, aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang maupun yang berangkat,” katanya.

Syarwani juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, petugas Pemadam Kebakaran hingga pengelola parkir dan petugas pelabuhan. “Ini adalah kerja kolaboratif, bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga dukungan dari seluruh stakeholder yang ada di kawasan Pelabuhan Kayan II,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya juga telah melakukan sejumlah penataan di kawasan pelabuhan, seperti perbaikan pintu masuk dan keluar, perluasan area parkir serta peningkatan beberapa fasilitas fisik pelabuhan. Selain itu, Syarwani juga mengimbau masyarakat serta para pengguna jasa pelabuhan untuk bersama-sama menjaga ketertiban, terutama menjelang meningkatnya arus mudik.

“Kami mengajak seluruh pengguna pelabuhan untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Area parkir sudah disiapkan, jadi mohon digunakan dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan, akses ke area ponton atau lokasi sandar kapal akan dibatasi, khususnya saat kapal tiba, demi menjaga keamanan dan keselamatan penumpang. “Bagi pemilik transportasi yang akan menjemput penumpang, tidak perlu sampai ke area ponton saat kapal datang. Ini untuk menjaga keamanan dan keselamatan semua pihak,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga akan membentuk tim terpadu bersama pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan dan pengamanan selama periode arus mudik hingga arus balik Idulfitri. Tim terpadu, kata dia, akan melakukan pengawasan, termasuk memastikan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas kapal.

“Misalnya kapal memiliki 40 kursi, maka tiket yang dijual juga harus sesuai kapasitas tersebut,” katanya.

Syarwani memprediksi, peningkatan arus penumpang menuju Tanjung Selor mulai terjadi sekitar 13 hingga 14 Maret mendatang. Meski demikian, ia menilai potensi penumpukan dapat terurai karena masyarakat kini memiliki alternatif akses transportasi lain selain jalur sungai, seperti jalur darat dari Berau maupun Samarinda.

“Kalau terjadi peningkatan pada arus balik nanti, kemungkinan ada penambahan jam pelayaran. Tapi itu akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. (rm)

Show More
Back to top button