Arus Mudik Disebut Turun 20%, Pelni Nunukan Tetap Siapkan Langkah Antisipatif
NUNUKAN – Arus mudik penumpang kapal laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), pada Lebaran 1447 Hijriah tahun ini terpantau tidak seramai tahun sebelumnya. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Nunukan mencatat jumlah pemudik yang menggunakan kapal laut mengalami penurunan sekitar 20% dibandingkan periode mudik tahun lalu.
Kepala Cabang PT Pelni Nunukan, Sudjito mengatakan, penurunan jumlah penumpang terlihat dari jadwal keberangkatan kapal pada awal Maret 2026. Untuk melayani arus mudik Lebaran tahun ini, PT Pelni Nunukan mengoperasikan dua kapal, yakni KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu dengan rute Nunukan–Makassar–Parepare.
Namun, dari total kapasitas kapal yang mencapai 1.999 penumpang, jumlah pemudik pada jadwal keberangkatan 5 Maret 2026 lalu hanya sekitar 815 orang. Menurut Sudjito, salah satu penyebab berkurangnya jumlah penumpang adalah jarak waktu perjalanan yang cukup dekat dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
“Sudah banyak warga pulang sebelumnya di masa Nataru 2026. Jadi, lebaran ini mereka tidak mudik. Itu salah satu faktornya,” ungkap Sudjito.
Melihat kondisi ini, PT Pelni tetap menyiapkan sejumlah langkah untuk menarik minat masyarakat menggunakan transportasi laut. Salah satunya dengan memberikan diskon harga tiket hingga 30 persen yang berlaku mulai 11 Maret hingga 5 April 2026. Program tersebut berlaku untuk seluruh rute kapal Pelni, namun jumlahnya dibatasi sesuai kuota yang tersedia.
“Kami mohon masyarakat yang hendak mudik segera melakukan pemesanan tiket, mengingat kuota diskon ini terbatas,” kata Sudjito.
Di sisi lain, Pelni juga tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang pada puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 16 Maret 2026. Hingga menjelang Lebaran, dua kapal Pelni tersebut masih dijadwalkan melakukan dua kali pelayaran lagi, yakni pada 11 dan 16 Maret 2026. Rute pelayaran mencakup Nunukan, Pantoloan, Balikpapan, Parepare, Makassar, Baubau, Maumere, hingga Larantuka.
Sebagai langkah antisipasi, Pelni telah mengajukan penambahan kapasitas penumpang hingga 30 persen dari kapasitas normal kapal. “Kami sudah mengajukan penambahan tiket sebanyak 30 persen dari kapasitas normal. Jadi jika kapasitas kapal 1.999 penumpang, maka bisa ditambah menjadi 2.978 penumpang,” jelasnya. (sym)


