Jelang Lebaran, Pemkab Bulungan Atur Kapasitas Penumpang dan Perkuat Pengamanan Pelabuhan
TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan melakukan sejumlah langkah antisipasi menjelang arus mudik Lebaran, khususnya di kawasan pelabuhan yang menjadi jalur utama transportasi masyarakat menuju Tarakan. Selain pengaturan jumlah penumpang, pengamanan kawasan pelabuhan juga diperketat guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, pengaturan jumlah penumpang menjadi perhatian utama agar tidak terjadi kelebihan kapasitas dalam setiap perjalanan. Hal ini juga dilakukan untuk memberikan kenyamanan penumpang selama perjalanan.
“Tetapi yang paling utama tentu adalah menjaga keselamatan kita semuanya,” ujarnya.
Menurutnya, pengaturan ini juga akan melibatkan koordinasi dengan para penyedia jasa transportasi maupun penjual tiket yang beroperasi di kawasan pelabuhan. “Mungkin berapa jumlah penumpang yang berangkat dari Tanjung Palas, itu pasti terhubung dengan para penjual tiket yang ada di Pelabuhan Kayan II. Dengan begitu jumlah penumpang bisa dikendalikan dan tidak menambah kapasitas yang ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, perjalanan masyarakat dari wilayah hulu menuju Tarakan juga harus diperhatikan dari sisi kenyamanan dan keselamatan. Meski demikian, pemerintah daerah juga memahami kondisi masyarakat di wilayah pedalaman yang harus melalui Tanjung Selor sebelum melanjutkan perjalanan ke Tarakan.
“Kita juga tidak mungkin menggeser jalur masyarakat. Misalnya warga kita di Salimbatu yang harus ke sini dulu sebelum berangkat ke Tarakan. Itu tetap harus kita fasilitasi,” ucapnya.
Untuk memenuhi harapan ini, Syarwani pun mengaku optimis koordinasi antara pemerintah daerah dan penyedia armada transportasi dapat menghasilkan kinerja yang baik. “Karena komunikasi dengan penyedia jasa armada yang ada di wilayah Pelabuhan Kayan II maupun di Tanjung Palas itu sangat mungkin dilakukan,” tambahnya.
Selain pengaturan kapasitas penumpang, pemerintah daerah juga menyiapkan pengaturan arus keluar masuk penumpang di kawasan pelabuhan. Pada pintu kedatangan dan keberangkatan, kata dia, akan tetap seperti biasanya, Namun, untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang, terutama saat arus balik setelah Lebaran, harus ada pengaturan agar alur penumpang dapat cepat diatasi.
“Setelah Lebaran nanti biasanya arus balik juga meningkat. Jadi teman-teman di lapangan harus bersama-sama mengawal supaya semuanya bisa berjalan nyaman bagi kita semua, terutama bagi para penumpang,” katanya.
Terkait aspek keamanan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan pengamanan terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. Pengamanan ini, kata dia, akan dilakukan bersama aparat kepolisian serta tim terpadu yang bertugas di kawasan pelabuhan.
“Biasanya kalau banyak aktivitas masyarakat, potensi gangguan keamanan juga bisa muncul,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah kamera pengawas atau CCTV juga telah dipasang di beberapa titik strategis untuk memantau aktivitas di kawasan pelabuhan, termasuk memastikan keamanan kendaraan yang diparkir di area pelabuhan telah menjadi perhatian pengelola.
“Tadi saya sudah cek langsung dengan pengelola parkir di sini. Mereka menyiapkan petugas yang standby selama 24 jam,” katanya. (rm)


