Pastikan Arus Mudik Tanpa Gangguan, Wali Kota Tarakan Cek Kesiapan Pasukan
TARAKAN — Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Kayan 2026 digelar di halaman Kantor Wali Kota Tarakan, Kamis (12/3/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 17.45 Wita ini dihadiri sekitar 250 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait.
Tampak Wali Kota Tarakan dr Khairul MKes didaulat menjadi pembina dalam apel tersebut, sekaligus mengecek langsung pasukan yang dipimpin oleh Kapolres Tarakan AKBP Erwin S Manik tersebut. Tampak pula sejumlah pimpinan pasukan hadir dan nyatakan siap dalam gelar pasukan ini.
Dalam keterangannya kepada awak media, Wali Kota Tarakan dr Khairul menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bersama aparat keamanan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, terutama menghadapi puncak arus mudik mendatang. Untuk mencapai tujuan itu, kata Khairul, dilakukan pemantapan personel agar sinergi lintas sektor dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Kota Tarakan berjalan dengan baik.
“Seperti amanat Kapolri, kita harus mengantisipasi puncak arus mudik pada tanggal 14 dan 15 Maret, termasuk juga arus balik sekitar 24 dan 25 Maret,” ujarnya.
Selain pengamanan arus mudik, pemerintah juga mengantisipasi dampak situasi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga kebutuhan pokok. Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah dapat berdampak pada kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memicu inflasi.
“Situasi global di Timur Tengah tentu bisa berpengaruh terhadap kenaikan harga minyak. Biasanya kalau harga minyak naik, harga barang lain ikut terdampak. Oleh karena itu, bersamaan dengan operasi ini kita juga melakukan operasi pasar,” jelasnya.
Pemkot Tarakan sendiri telah menggelar berbagai upaya stabilisasi harga, termasuk melalui gerakan pangan murah dan inspeksi pasar. “Keamanan ini juga sangat tergantung dari faktor ekonomi. Kalau ekonomi terganggu bisa memicu gangguan sosial, bahkan gangguan kamtibmas,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, seperti gelombang laut, banjir hingga longsor.
“Ini tentu menjadi beban ganda yang harus kita antisipasi bersama,” katanya.
Dalam Operasi Ketupat Kayan 2026, aparat keamanan juga akan membuka sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan dan pos pengaduan bagi masyarakat. Khairul juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik agar memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan.
“Periksa betul rumah sebelum mudik. Pastikan kompor dimatikan, listrik diperhatikan dan rumah terkunci dengan baik. Ini penting untuk mencegah pencurian atau kebakaran saat rumah ditinggal,” pesannya. (rz)


