KALTARANASIONALTARAKANUMUM

Antisipasi Lonjakan Penumpang, KSOP Tarakan Siagakan Puluhan Kapal dan Posko Angkutan Laut

TARAKAN — Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Kota Tarakan diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. Mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tarakan menyiapkan puluhan armada kapal sekaligus membuka Posko Angkutan Laut Lebaran yang mulai beroperasi sejak 13 hingga 30 Maret 2026.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tarakan, Stanislaus W. Wetik mengatakan, pembentukan posko tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Perhubungan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan transportasi laut selama periode mudik. Posko ini, kata dia, melibatkan berbagai unsur lintas instansi, mulai dari TNI/Polri, instansi vertikal, pemerintah daerah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, hingga insan maritim lainnya.

“Posko ini bertujuan memastikan seluruh layanan transportasi laut selama masa mudik berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran,” ujar Stanislaus.

Sebagai bagian dari persiapan, KSOP Tarakan sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan ramp check atau uji kelaiklautan kapal yang berlangsung sejak 22 Januari hingga 27 Februari 2026. Hasilnya, sebanyak 24 kapal telah diperiksa. Kapal-kapal tersebut terdiri dari 3 kapal ferry penyeberangan, 1 kapal penumpang luar negeri, serta 19 kapal penumpang tradisional atau speedboat.

“Ramp check dilakukan untuk memastikan seluruh kapal yang akan melayani masyarakat selama angkutan Lebaran benar-benar memenuhi standar keselamatan dan laik beroperasi,” jelasnya.

Selain itu, KSOP juga melakukan patroli keselamatan pelayaran secara rutin serta menggelar rapat koordinasi lintas instansi pada 10 Maret 2026 yang dilanjutkan dengan Apel Kesiapan Posko Angkutan Laut Lebaran pada 13 Maret 2026. Dalam masa angkutan Lebaran tahun ini, pengawasan difokuskan pada tiga pelabuhan utama di Kota Tarakan, yakni Pelabuhan Malundung Tarakan, Pelabuhan Penyeberangan Ferry Juata, serta Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

Berdasarkan proyeksi sementara, jumlah penumpang pada masa angkutan laut Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 26.166 orang atau meningkat sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk melayani mobilitas tersebut, telah disiapkan berbagai armada yang terdiri dari 2 kapal pelayaran nasional, 4 kapal perintis, 2 kapal pelayaran luar negeri, 3 kapal ferry penyeberangan, serta 52 kapal tradisional yang melayani rute dari dan menuju Tarakan.

Selain armada angkutan penumpang, sebanyak 9 kapal negara juga disiagakan guna mendukung pengawasan dan penanganan keadaan darurat di perairan Tarakan. Kapal tersebut terdiri dari 4 kapal milik KSOP Tarakan, 4 kapal milik Distrik Navigasi Tarakan, serta 1 kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

“Dengan berbagai persiapan ini, kami berharap masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik melalui jalur laut dengan aman, nyaman, dan lancar,” tutup Stanislaus. (rz)

Show More
Back to top button