INTERNASIONALKALTARANASIONALPOLITIKTARAKAN

Gelar Aksi Al-Quds 2026, FPN: Semoga Ini Aksi Terakhir karena Palestina Merdeka

TARAKAN — Puluhan warga yang tergabung dalam Free Palestine Network (FPN) Kota Tarakan menggelar aksi damai memperingati Hari Al-Quds Internasional pada Jumat terakhir Ramadan 2026. Aksi yang berlangsung di Simpang Empat Lampu Merah Tarakan Mall ini diwarnai dengan seruan dukungan bagi kemerdekaan Palestina serta harapan bahwa perjuangan panjang tersebut segera mencapai titik akhir.

Koordinator FPN Kota Tarakan, Rusdi menyampaikan, momentum peringatan Al-Quds tahun ini membawa optimisme baru. Ia berharap aksi solidaritas yang rutin dilakukan setiap Ramadan itu tidak lagi diperlukan di masa depan karena Palestina telah merdeka.

“Insyaallah ini aksi terakhir, karena Palestina sudah merdeka,” ujar Rusdi.

Menurutnya, perkembangan geopolitik internasional saat ini menunjukkan sejumlah tanda positif bagi pengakuan kedaulatan Palestina. Ia menyebut lebih dari 110 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberikan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat.

“Kita melihat penarikan pasukan Israel dari Gaza menjadi langkah krusial bahwa penguasaan wilayah tersebut sudah tidak ada lagi. Ini menunjukkan ada perubahan besar di tingkat global,” katanya.

Rusdi juga menegaskan bahwa keikutsertaan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam aksi tersebut bukan sekadar mengikuti tren atau fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Menurutnya, aksi ini merupakan upaya membangun kesadaran kolektif untuk membela nilai kemanusiaan.

“Kami ingin generasi muda memahami bahwa ini bukan sekadar aksi simbolik atau ikut-ikutan. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap kaum tertindas dan bagian dari perjuangan kemanusiaan,” jelasnya.

Selain menyuarakan dukungan bagi Palestina, Rusdi turut menyoroti kebijakan politik luar negeri Pemerintah Indonesia yang dinilai kurang tegas dalam beberapa isu internasional. Ia mengkritisi keterlibatan Indonesia dalam kesepakatan yang disebutnya sebagai Board of Peace (BoP).

“Kami menyayangkan mengapa Indonesia tidak memiliki posisi tawar yang kuat dan justru terlibat di dalamnya tanpa melibatkan tim ahli hukum atau politik luar negeri secara komprehensif,” tegasnya.

Ia menilai langkah tersebut berpotensi bertentangan dengan semangat konstitusi Indonesia yang secara tegas menolak segala bentuk penjajahan. Rusdi juga menyinggung sikap beberapa negara di dunia terhadap konflik Palestina. Ia memberikan apresiasi terhadap sikap politik Iran yang dinilainya konsisten dalam mendukung perjuangan Palestina.

“Dalam isu kemanusiaan dan penindasan, sebuah negara tidak seharusnya bersikap netral. Netral itu berarti bebas nilai. Di saat terjadi kezaliman, bersikap netral adalah hal yang naif,” katanya.

Menurut Rusdi, ketegasan dalam mengambil posisi politik internasional penting untuk menunjukkan komitmen terhadap nilai keadilan. Aksi damai tersebut berlangsung tertib dan khidmat hingga selesai. Para peserta membawa bendera Palestina serta poster berisi pesan solidaritas bagi rakyat Palestina.

“Kami berharap suara kecil dari Tarakan ini bisa menjadi bagian dari gelombang dukungan dunia untuk kemerdekaan Palestina,” pungkasnya. (rz)

Show More
Back to top button