EKONOMIKALTARANASIONALTARAKANUMUM

Stok Pangan di Bulog Tarakan Aman hingga Pascaramadan, Permintaan Minyak Malah Naik

TARAKAN — Ketersediaan bahan pangan pokok di Perum Bulog Cabang Tarakan dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga pasca-Lebaran 2026. Hal ini disampaikan Kepala Cabang Bulog Tarakan, Zamakhsyari Afsolin, terkait kondisi stok beras, minyak goreng, dan gula yang saat ini tersedia.

Zamakhsyari mengungkapkan, stok beras yang dimiliki Bulog mencapai 1.400 ton dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan, mengingat rata-rata penyaluran sekitar 250 ton per bulan. Selain beras, stok minyak goreng juga dipastikan dalam kondisi aman setelah kedatangan tambahan pasokan sebanyak tiga kontainer.

“Minyak goreng ini kami baru datang 3 kontainer. Total tambahannya sekitar 55.000 liter. Jadi untuk 2 sampai 3 bulan ke depan stok minyak aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan adanya peningkatan permintaan minyak goreng menjelang Lebaran. Jika sebelumnya penyaluran berkisar 15.000 liter per bulan, kini meningkat hingga 25.000 liter per bulan.

“Kemarin sempat stok kami hampir habis, alhamdulillah hari ini sudah datang lagi dan segera kami gelontorkan ke pasar,” katanya.

Bulog menyalurkan minyak goreng merek Minyakita dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Pihaknya juga mengingatkan mitra penyalur agar tidak menjual di atas harga yang telah ditetapkan.

“Kalau melanggar, ada sanksi. Mulai dari teguran hingga pencoretan sebagai mitra penyalur jika tetap bandel,” tegasnya.

Untuk komoditas gula, saat ini tersedia stok 2 ton. Namun dalam waktu dekat, Bulog akan menerima tambahan pasokan sebanyak 25 ton dari Balikpapan.

“Rata-rata kebutuhan gula sekitar 5 ton per bulan. Jadi tambahan 25 ton itu bisa meng-cover kebutuhan hingga 5 bulan ke depan,” jelas Zamakhsyari.

Bulog Tarakan saat ini didukung lebih dari 100 mitra penyalur yang tersebar di seluruh wilayah kota, termasuk di Pasar Tenguyun dan Pasar Gusher serta melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK). Di sisi lain, Bulog juga mulai menyerap jagung pipil dari petani lokal di Tarakan dan Nunukan sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

“Jagung pipil ini kami serap langsung dari petani, bekerja sama dengan Polri. Kemarin sudah terserap 8 ton per hari,” ungkapnya.

Jagung tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan baku pakan ternak guna mendukung program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk harga pembelian, Bulog menetapkan Rp6.400 per kilogram dengan syarat kadar air maksimal 14 persen.

“Kami sosialisasikan ke petani bahwa jagung pipil ini penting untuk mendukung pakan ternak, yang nantinya berdampak pada produksi daging dan telur,” tambahnya.

Meski demikian, Bulog Tarakan saat ini belum menyediakan komoditas daging dan ayam, dan masih fokus pada tiga komoditas utama, yakni beras, minyak goreng, dan gula. Dengan kondisi stok yang tersedia, Bulog memastikan kebutuhan masyarakat Tarakan selama Ramadan hingga Lebaran tetap tercukupi dan terkendali. (rz)

Show More
Back to top button