KALTARABULUNGANNASIONALPOLITIKUMUM

Tangkal Hoaks, DKIP Bulungan Ingatkan Warga Tingkatkan Literasi Digital 

TANJUNG SELOR – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (DKIP) Kabupaten Bulungan kembali mengingatkan masyarakat agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dimomentum Hari Raya Idulfitri saat ini. Di tengah derasnya arus informasi digital, warga diminta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, apalagi hingga ikut menyebarluaskannya.

Kepala DKIP Bulungan, Yunus Luat menegaskan, perkembangan teknologi informasi saat ini membawa dua sisi yang tidak terpisahkan. Di satu sisi memudahkan akses informasi, namun di sisi lain juga membuka peluang besar bagi penyebaran hoaks atau informasi menyesatkan.

“Jika belum jelas sumber dan kebenarannya, sebaiknya tidak langsung dibagikan,” ungkapnya, Selasa (24/03/26).

Menurutnya, hoaks yang beredar tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat memicu keresahan sosial, memperkeruh suasana, bahkan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di daerah. Terlebih dalam momen menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran, di mana aktivitas masyarakat meningkat dan kebutuhan informasi juga semakin tinggi.

Yunus menjelaskan, salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengecek sumber berita, membandingkan dengan media resmi, serta memastikan informasi tersebut tidak bersifat provokatif atau menyesatkan.

“Jangan sampai kita ikut menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum tentu benar. Dampaknya bisa luas, mulai dari kepanikan hingga konflik di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga tidak menampik adanya pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi palsu demi kepentingan tertentu. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi fenomena tersebut.

“Kesadaran masyarakat harus terus dibangun. Literasi digital penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh, serta mampu memilah mana informasi yang benar dan mana yang tidak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yunus menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi tetap kondusif. Tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dalam memastikan informasi yang beredar di ruang publik dapat dipertanggungjawabkan.

“Forkopimda memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas daerah. Namun, upaya ini tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, khususnya dalam menjaga ruang digital tetap sehat,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk merayakan Idulfitri, dengan rasa aman dan nyaman.

“Kalau kita semua bisa bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, dan saling menjaga, maka situasi daerah akan tetap kondusif. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (rm)

Show More
Back to top button