UMUM

Dibayangi WFA, Penumpang Pilih Balik Lebih Awal ke Malinau

TARAKAN — Arus balik Lebaran mulai terasa di jalur transportasi sungai dari Tarakan menuju Malinau. Sejumlah penumpang memilih kembali lebih awal demi memastikan kesiapan kerja, meski kebijakan Work From Anywhere (WFA) masih berlaku beberapa hari ke depan.

Salah satunya Irawan, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, yang ditemui saat hendak berangkat menggunakan speedboat, kemarin.

“Minimal kita hari ini sudah harus ready di rumah. Nanti tanggal 25 itu sudah WFA, jadi kita bisa absensi dari rumah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan WFA yang berlaku pada 25–27 Maret dimanfaatkan sebagai masa transisi sebelum kembali bekerja normal di kantor. “Jadi kontrol kantor dari rumah saja dulu, karena itu sudah WFA tanggal 25, 26, 27,” tambahnya.

Meski demikian, Irawan memilih tidak menunda kepulangan. Ia mengaku sudah memesan tiket sehari sebelumnya untuk menghindari kehabisan tiket pulang, mengingat terbatasnya jadwal keberangkatan.

“Takutnya tidak dapat, karena terakhir itu keberangkatan sekitar jam 2 siang, habis itu sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Ia juga memperkirakan perjalanan dari Tarakan ke Malinau memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam. “Kalau berangkat jam 2, biasanya sampai sekitar jam 5 atau 6 sore sudah tiba,” katanya.

Menariknya, menurut Irawan, kondisi arus balik saat ini belum terlalu padat. Ia justru memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi mendekati akhir masa WFA.

“Kemungkinan nanti yang ramai itu mendekati tanggal 27, saat WFA terakhir,” ungkapnya.

Setelah masa WFA berakhir, seluruh ASN diharapkan sudah kembali bekerja secara normal di kantor. Alasan inilah yang membuatnya harus cepat sampai ke Malinau.

“Setelah tanggal 27, sudah harus ready di kantor. Hari Senin itu sudah masuk seperti biasa,” tegasnya.

Terkait kebijakan ini, Irawan menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya efisiensi. “Kemungkinan untuk efisiensi ya, supaya mengurangi pembiayaan. Misalnya bahan bakar, listrik, jadi bisa dari rumah saja,” tutupnya. (rm)

Show More
Back to top button