TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi sosial melalui peluncuran kartu disabilitas. Program ini dirancang sebagai langkah konkret untuk memberikan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas dalam memperoleh berbagai layanan dengan biaya lebih terjangkau, mulai dari sektor UMKM, transportasi, hingga perhotelan.
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari program “Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas” yang telah dicanangkan sejak 12 Oktober 2025 lalu. Program ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi terus dikembangkan agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui program Bulungan inklusi ramah disabilitas ini, kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses yang lebih mudah dan setara dalam berbagai layanan publik maupun sektor ekonomi,” ungkap Syarwani, Selasa (24/03/26).
Ia menjelaskan, kartu disabilitas tersebut memiliki berbagai manfaat praktis. Pemegang kartu dapat memperoleh potongan harga saat bertransaksi di stan UMKM, menggunakan jasa transportasi speedboat, hingga menginap di sejumlah hotel yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Program ini juga menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Untuk memperluas cakupan manfaat, Pemkab Bulungan menggandeng para pelaku UMKM, khususnya yang beroperasi di kawasan Taman Tepian Sungai Kayan, serta sektor perhotelan dan penyedia jasa transportasi air.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan berbagai pelaku usaha. Harapannya, semakin banyak pihak yang terlibat sehingga manfaat program ini bisa dirasakan lebih luas oleh penyandang disabilitas,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah tidak menetapkan besaran potongan harga secara baku. Kebijakan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing pelaku usaha, dengan Pemkab berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang kemudahan akses.
“Peran pemerintah adalah memfasilitasi dan menjembatani agar penyandang disabilitas mendapatkan keringanan dalam mengakses layanan,” tegas Syarwani.
Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Bulungan saat ini berkisar antara 700 hingga 1.000 orang. Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah untuk terus memperluas jangkauan program inklusif, baik dari sisi layanan maupun kerja sama lintas sektor.
Ke depan, Pemkab Bulungan berencana memperluas kemitraan dengan lebih banyak pelaku usaha, termasuk sektor ritel, jasa, dan layanan publik lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem inklusi yang tidak hanya memberikan kemudahan ekonomi, tetapi juga membuka ruang partisipasi sosial yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. (rm)


