UMUM

Waspada El Nino 2026, BPBD Kaltara Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Krisis Air Bersih

TARAKAN – Fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 diperkirakan tidak membawa dampak signifikan terhadap musim kemarau di Kalimantan Utara (Kaltara).

Meski demikian, potensi kekeringan dan terganggunya pasokan air bersih tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Amriampa mengingatkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan El Nino tetap dapat memicu dampak yang cukup serius di sejumlah wilayah.
Ia mencontohkan beberapa kejadian El Nino yang pernah dirasakan di Kaltara, khususnya di Pulau Nunukan, seperti pada Februari–Maret 2005, tahun 2014, Desember 2023, hingga Februari–Maret 2024.
“Seperti fenomena El Nino yang pernah dialami di Kalimantan Utara, khususnya di Pulau Nunukan pada Februari–Maret 2005, 2014, Desember 2023, dan Februari–Maret 2024,” ujar Andi.

Pada periode tersebut, dampak paling terasa adalah terganggunya pasokan air bersih akibat menyusutnya sumber air milik PDAM.

“Dampaknya pada saat itu pasokan air PDAM mengalami penyusutan sehingga pendistribusian air bersih ke masyarakat di Pulau Nunukan terganggu,” jelasnya.

Selain krisis air bersih, kekeringan juga berdampak pada sektor pertanian, terutama di wilayah persawahan di Kabupaten Bulungan.

Menurut Andi, Kecamatan Tanjung Palas Timur menjadi salah satu daerah yang rawan terdampak, khususnya di Desa Wonomulyo dan Desa Sajau yang dikenal sebagai sentra produksi padi.

“Kecamatan Tanjung Palas Timur, khususnya Desa Wonomulyo dan Sajau yang merupakan daerah persawahan, pasti terkena dampak kekeringan,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi petani, mulai dari ancaman gagal panen hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan.

“Selain risiko gagal panen, dampak dari kekeringan ini juga menyebabkan kebakaran lahan di Pulau Nunukan dan Kecamatan Tanjung Palas Timur seperti di Desa Tanah Kuning dan Desa Mangkupadi,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Nunukan telah menyiapkan distribusi air bersih bagi masyarakat jika kondisi darurat terjadi.
“BPBD Kabupaten Nunukan melakukan pendistribusian air bersih ke masyarakat menggunakan mobil tangki,” terangnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi potensi krisis air bersih. Salah satunya melalui rencana pengeboran sumber air baru dengan melibatkan pihak perusahaan.
“PU Kabupaten Nunukan berencana melakukan pengeboran air dengan menggandeng perusahaan melalui pola CSR,” pungkasnya. (rz)

Show More
Back to top button