Sabah – Kaltara Jajaki Ekonomi Karbon, Bantu Perekonomian Masyarakat Pesisir

KOTA KINABALU – Kerjasama Sabah dan Kalimantan Utara (Kaltara), Indonesia akan fokus mengeksplorasi ekonomi karbon sebagai katalis pertumbuhan berkelanjutan di kawasan perbatasan. Hal ini disampaikan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Noorman Effendi kepada media usai Open House Idulfitri di Rumah Jabatan KJRI, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia belum lama ini.
Dia mengatakan, inisiatif tersebut mencakup konservasi hutan rawa mangrove dan pengelolaan kawasan lahan gambut yang berpotensi menghasilkan pendapatan melalui perdagangan karbon. Kunjungan kerja resmi delegasi pemerintah negara bagian Sabah ke Kaltara dijadwalkan pada minggu depan untuk merinci proyek-proyek strategis yang dapat berdampak besar terhadap perekonomian kedua wilayah.
“Kerjasama ini juga dijangka meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir termasuk petani dan nelayan melalui latihan kemahiran serta penyediaan peluang pekerjaan baharu,” ungkapnya seperti dikutip satukaltara.com dari dakwatrakyatpost.com sebagaimana disampaikan Sabah Media.
Noorman juga mengatakan, inisiatif ini juga mendukung agenda internasional seperti Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). Pertemuan tersebut juga dimeriahkan oleh kehadiran Yang di-Pertua Negeri Sabah, Tun Musa Aman dan istrinya, Toh Puan Faridah Tussin serta Ketua Menteri, Datuk Seri Hajiji Noor dan istrinya, Datin Seri Juliah Salag.
Menurut Noorman, kehadiran tokoh-tokoh penting asal Sabah pada acara tersebut dinilai sebagai simbol eratnya hubungan yang tidak dapat dipisahkan, selain mempererat diplomasi budaya kedua negara bertetangga. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya WNI di Sabah memiliki dokumen yang sah.
“Kami sentiasa menggesa agar mereka datang dengan cara yang betul dan mempunyai dokumen lengkap bagi memudahkan pihak konsulat menyalurkan perlindungan serta bantuan sewajarnya,” katanya. “Berdasarkan rekod sehingga kini, dianggarkan kira-kira 170,000 rakyat Indonesia yang berdaftar di Sabah,” papar Noorman lebih lanjut.
Noorman menambahkan, Tenaga Kerja Indonesia masih signifikan di sektor perkebunan kelapa sawit di Sabah dan berkontribusi terhadap aliran remitansi ke negara asal. Hadir pula dalam acara ini Ketua Dewan Legislatif Negara Bagian Sabah, Datuk Seri Kadzim M Yahya. (2ku)


