UMUM

Inflasi Kaltara Naik Jelang Lebaran, BI Pastikan Masih Terkendali

TARAKAN – Laju inflasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Maret 2026 mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya. Meski demikian, kondisi ini masih dinilai terkendali dan mencerminkan ketahanan ekonomi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 0,57 persen secara bulanan, Month To Month (MTM), meningkat dari Februari 2026 yang sebesar 0,47 persen (MTM).

Sementara secara tahunan (year on year/yoy), inflasi gabungan di tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltara mencapai 3,12 persen.

Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan, kenaikan inflasi dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idulfitri, khususnya pada sejumlah komoditas pangan.

“Tekanan inflasi terutama berasal dari kenaikan harga komoditas seperti cabai rawit, daging ayam ras, ikan bandeng, dan telur ayam ras. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat serta adanya keterbatasan pasokan di beberapa daerah,” ujarnya.

Secara spasial, seluruh wilayah IHK di Kaltara tercatat mengalami inflasi. Kota Tarakan mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,63 persen (MTM), diikuti Kabupaten Nunukan 0,53 persen (MTM), dan Tanjung Selor 0,41 persen (MTM).

Selain kelompok pangan, kenaikan harga juga terjadi pada sektor transportasi, khususnya angkutan udara. Tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran turut mendorong kenaikan tarif penerbangan. Namun, laju inflasi tidak meningkat lebih tinggi karena adanya penurunan harga pada beberapa komoditas.

Menurut Hasiando, sejumlah barang justru mengalami penurunan harga, seperti emas perhiasan yang mengikuti tren harga global serta komoditas hortikultura seperti sawi hijau dan kangkung akibat melimpahnya pasokan saat panen.

Ia menegaskan, inflasi yang tetap terjaga tidak lepas dari sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan di wilayah Kaltara.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan inflasi tetap berada dalam rentang sasaran nasional, terutama dalam mengantisipasi gejolak harga pangan dan distribusi,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, inflasi Kaltara pada Maret 2026 masih berada pada level aman dan terkendali, meskipun tekanan musiman menjelang hari besar keagamaan tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai. (rz)

Show More
Back to top button