TARAKAN – Kebakaran hebat melanda Panti Asuhan Arrohimin di Blok C RT 21, Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara, Senin (13/4/2026) siang.
Satu unit rumah yang difungsikan sebagai tempat tinggal pengurus dan anak-anak panti dilaporkan hangus terbakar.
Kasi Pemadam Kebakaran (PMK) Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.45 WITA. Tim dari sektor utara langsung dikerahkan dan menjadi yang pertama tiba di lokasi.
“Begitu sampai di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan upaya pemblokiran api agar tidak merambat ke bangunan lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi lingkungan yang tidak terlalu padat membantu proses pemadaman. Meski demikian, petugas tetap melakukan isolasi di sisi kiri dan kanan bangunan karena terdapat rumah warga di sekitarnya.
Sebanyak tiga armada dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut, terdiri dari dua unit truk suplai berkapasitas 5 ton dan satu unit mobil pemadam, dengan dukungan sekitar 25 personel.
“Alhamdulillah tidak ada kendala di lapangan. Proses pemadaman berjalan lancar karena lokasi tidak terlalu padat penduduk,” tambah Irwan.
Sementara itu, Kapolsek Tarakan Utara, IPTU Ghazy Prima Daffa Ohoirat mengungkapkan, bangunan yang terbakar merupakan rumah kontrakan milik yayasan panti asuhan. Bagian yang terdampak meliputi dapur, kamar tidur, dan ruang tengah.
“Yang tersisa hanya bagian ruang belajar. Untuk bagian rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal sebagian besar terbakar,” jelasnya.
Saat kejadian, terdapat sekitar 20 penghuni di panti tersebut, terdiri dari 14 anak panti, pengurus, serta seorang ustadzah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Namun, satu santri mengalami luka ringan di bagian tangan akibat pecahan kaca saat berupaya menyelamatkan dokumen penting. “Korban sempat dibawa ke puskesmas dan kini sudah kembali ke panti,” kata Kapolsek.
Terkait penyebab kebakaran, polisi masih melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan awal, insiden diduga dipicu aktivitas penjualan bensin eceran di lokasi.
“Informasinya, ada santri yang sedang menuang bensin ke botol dan terjadi tumpahan. Dari situ diduga menjadi pemicu kebakaran, namun sumber api masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.
Dari keterangan saksi sementara, api pertama kali muncul di area kamar dekat mesin cuci, tepat di lokasi tumpahan bensin. Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya tiga saksi dan memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Untuk penanganan pascakejadian, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan kelurahan, Baznas, dan BPBD guna membantu kebutuhan para penghuni panti. Anak-anak panti asuhan untuk sementara waktu dipindahkan ke lokasi penampungan darurat, sembari menunggu solusi tempat tinggal yang lebih permanen.
“Sejumlah alternatif sudah disiapkan, termasuk rumah warga dan fasilitas pesantren di sekitar lokasi. Kami masih berkoordinasi untuk penanganan selanjutnya,” tutupnya. (rz)


