INTERNASIONALKALTARASATU BORNEO

Puluhan Elpiji ‘Kuning’ Asal Malaysia Gagal Diselundupkan ke Sebatik, Bakal Langka di Pasar?

TAWAU – Upaya penyelundupkan puluhan bahan bakar gas cair (elpiji) bersubsidi asal Malaysia ke Sebatik-Indonesia digagalkan Badan Penegakan Maritim Malaysia Zona Maritim Tawau Minggu, 12 April 2026 malam. Hal ini terungkap dalam rilis Badan Penegakan Maritim Malaysia Zona Maritim Tawau yang disampaikan melalui saluran media dakwatrakyatpost.com kepada satukaltara.com pada Senin 13 April 2026.

Direktur Kawasan Maritim Tawau, Kapten Maritim Ariffin bin Ghazali mengatakan, kejadian tersebut bermula saat kapal patroli maritim Malaysia sedang melakukan operasi OP PLUTO EAST dan OP TIRIS. Di tengah tugasnya, tim patroli menerima informasi intelijen yang menyebutkan adanya pergerakan perahu yang mencurigakan di kawasan penjagaan mereka.

“Bertindak daripada laporan tersebut, bot peronda (kapal patroli) Maritim Malaysia telah diarahkan ke lokasi yang telah dikenal pasti bagi memintas (mencegat) bot terbabit (kapal yang mencurigakan) yang dikesan (terdeteksi) bergerak keluar dari kawasan Jeti Batu 3, Tawau menuju ke Pulau Sebatik pada pukul 6.20 pagi,” ungkap Ariffin dalam siaran persnya.

DITANGKAP : Petugas patroli maritim Malaysia memeriksa elpiji yang akan diselundupkan ke Sebatik.

Setelah dikejar dan dipepet untuk diperiksa, aksi kapal itu terhenti di posisi 1,6 mil laut, tepatnya di sebelah selatan kawasan Batu 3. Di kapal itu ditemukan seorang pria berusia 36 tahun membawa muatan 30 gas elpiji berwarna kuning dan tentu saja tanpa izin.

“Kebenaran dipercayai cuba diseludup keluar ke negara jiran (Sebatik, Indonesia). Juragan tersebut juga tidak mempunyai daftar nama di dalam lesen bot (izin kapal) tersebut,” kata Ariffin.

Seperti diketahui, elpiji warna kuning (12 kilogram) ini sangat familiar di Kabupaten Nunukan. Di Malaysia, elpiji ini adalah tabung gas bersubsidi yang bila dijual ke Indonesia sangat menguntungkan karena harganya yang murah dan laris di pasar.

Saking larisnya, gas ini sering diselundupkan ke Sebatik, biasanya melalui beberapa pelabuhan ilegal di Sebatik, seperti di Sei Pancang, salah satunya di dermaga Sei Lale Salo. Termasuk juga di beberapa dermaga dan pelabuhan lainnya, bahkan ada yang sampai ke Nunukan dan Kota Tarakan.

Dengan terungkapnya penyelundupan tabung elpiji ini, kebutuhan elpiji 12 kilogram asal Malaysia mungkin akan mulai sulit ditemukan lantaran otoritas Malaysia mulai melakukan pengawasan yang sangat ketat. (2ku)

Show More
Back to top button