JAKARTA – Harapan menghadirkan moda transportasi kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menguat. Di tengah keterbatasan akses transportasi, rencana pembangunan jaringan rel di Bumi Benuanta kini memasuki tahap pembicaraan serius dengan investor.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima audiensi PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Kantor Badan Penghubung (Banhub) Kaltara, Selasa (21/04/26). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam penjajakan investasi pembangunan infrastruktur transportasi strategis tersebut.
Direktur Utama PT INTRA, Rully Noviandar, memaparkan rencana investasi pembangunan jaringan kereta api dengan nilai mencapai Rp20 hingga Rp25 triliun. Seluruh pembiayaan proyek ini direncanakan berasal dari pihak investor tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
Selain meningkatkan konektivitas wilayah, proyek ini juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja, khususnya dari masyarakat lokal.
Gubernur Zainal menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai pembangunan kereta api tidak hanya sebatas proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya bersyukur PT INTRA berencana berinvestasi di Kaltara. Mudah-mudahan ini membawa dampak positif bagi masyarakat Kaltara dan Kalimantan secara umum,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran jaringan kereta api nantinya diharapkan mampu menghubungkan antarwilayah di Kaltara, bahkan berpotensi terintegrasi dengan negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia, serta terhubung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Secara historis, rencana pembangunan kereta api di Kaltara telah dirancang sejak 2015 dan masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030. Dokumen tersebut bahkan telah melalui tahapan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan Detail Engineering Design (DED).
Sekretaris DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani, menyebut dokumen perencanaan tersebut kini tinggal diperbarui agar sesuai dengan kondisi terkini.
“Masterplan sudah sampai tahap FS dan DED, termasuk sejumlah koridor yang direncanakan. Saat ini tinggal dilakukan penyesuaian,” jelasnya.
Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara tengah menyiapkan pembaruan masterplan, bersamaan dengan proses kajian hukum terhadap draft kerja sama.
Gubernur Zainal juga menginginkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) nantinya dilaksanakan di Tanjung Selor sebagai ibu kota provinsi.
“Saya mengundang PT INTRA untuk datang ke Tanjung Selor. Setelah draft MoU selesai dikaji, kita lanjutkan penandatanganan di Bumi Benuanta,” tegasnya.
Audiensi ini turut dihadiri Ketua DPRD Kaltara, Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Malinau Jakaria, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Bustan, serta perwakilan pemerintah kabupaten dan sejumlah kepala OPD terkait. Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proyek kereta api di Kaltara mulai bergerak dari tahap perencanaan menuju realisasi. (ku)