KALTARATARAKAN

Pengangguran Tarakan Turun, Terendah dalam 15 Tahun Terakhir

TARAKAN – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tarakan pada Agustus 2025 turun menjadi 5,06 persen atau setara 6.064 orang. Angka ini menjadi capaian terendah dalam kondisi normal selama 15 tahun terakhir berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, penurunan tersebut menjadi indikator positif di tengah pertumbuhan angkatan kerja setiap tahun.

“Angka 5,06 persen ini merupakan yang terendah dalam kondisi normal selama 15 tahun terakhir. Memang pada 2021 sempat 4,94 persen, tetapi saat itu masih pandemi COVID-19 sehingga tidak bisa dibandingkan langsung,” ujarnya.

BPS mencatat jumlah pengangguran turun dibanding Agustus 2024 yang mencapai 6.216 orang. Sementara total angkatan kerja di Tarakan sebanyak 119.903 orang, dengan penduduk bekerja mencapai 113.839 orang.

Meski pengangguran menurun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat turun menjadi 62,16 persen atau berkurang 1,48 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

Dari sisi lapangan usaha, sektor jasa masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 57,87 persen, disusul manufaktur 24,51 persen dan pertanian 17,62 persen.

“Kalau dilihat dari struktur lapangan usaha, sektor jasa memang masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di Tarakan,” jelas Umar.

Ia berharap peningkatan investasi dapat membuka lebih banyak lapangan kerja, terutama bagi lulusan baru. Selain itu, aktivitas SPPG juga dinilai berpotensi menyerap tenaga kerja. Saat ini terdapat sekitar 24 unit SPPG dan masing-masing diperkirakan merekrut sekitar 40 pekerja.

“Semakin besar investasi, harapannya semakin besar juga lapangan kerja yang terbuka,” katanya.

Umar menambahkan, data ketenagakerjaan diperoleh melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan setiap triwulan, dengan data Agustus menjadi potret paling representatif di tingkat kabupaten/kota. (rm)

Back to top button