KALTARABULUNGANHUKUM & KRIMINAL

Diduga Dipukul Pengurus Koperasi, Warga Desa Apung Lapor Polisi

TANJUNG SELOR – Dugaan penganiayaan terjadi di areal kebun plasma sawit di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Seorang warga, Andi Ahmadong, mengaku menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan sejumlah oknum pengurus koperasi saat berada di lokasi kebun miliknya.

Peristiwa itu terjadi ketika Andi bersama lima orang lainnya, termasuk anaknya, mendatangi lokasi untuk mengawasi aktivitas panen. Ia mengaku meminta agar sementara waktu tidak dilakukan panen di area yang diklaim sebagai lahannya.

“Awalnya kami hanya mengawasi anggota yang bekerja di lokasi. Saya bilang untuk sementara jangan dulu panen di sekitar situ karena itu lahan saya,” ujar Andi, Selasa (12/5/2026).

Andi menyebut lahan seluas sekitar 4 hektare tersebut dikelola perusahaan melalui skema plasma bersama koperasi dengan sistem bagi hasil 70 persen untuk perusahaan dan 30 persen untuk pemilik lahan.

Namun, ia mengaku hasil yang diterima tidak sesuai harapan. Dari lahan tersebut, dirinya hanya menerima sekitar Rp1,3 juta untuk pembagian hasil dua bulan terakhir.

“Selama ini yang disampaikan ke anggota hanya soal utang koperasi terus. Tidak pernah jelas hasilnya seperti apa,” katanya.

Ia juga mengaku telah mengundurkan diri dari koperasi sejak 9 Mei 2026 dan meminta pengelolaan koperasi diaudit secara terbuka. “Kami ingin tahu ke mana aliran dana hasil sawit selama ini,” tegasnya.

Terkait dugaan penganiayaan, Andi mengaku dipukul oleh dua orang dan mendapat ancaman dari beberapa orang lainnya di lokasi kejadian.

Setelah insiden itu, ia melaporkan dugaan penganiayaan ke polisi. Namun, di sisi lain, dirinya juga dilaporkan atas dugaan pencurian buah sawit.

“Saya dipukul di lokasi kebun saya sendiri. Setelah itu saya juga melaporkan balik terkait penganiayaan,” ungkapnya.

Andi berharap aparat segera menindaklanjuti laporan yang dibuatnya. Ia juga mempertanyakan proses hukum karena pihak yang diduga melakukan pemukulan dan pengancaman tidak langsung ditahan usai pemeriksaan.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo membenarkan adanya laporan dugaan pemukulan tersebut. “Kasus ini masih ditangani Reskrim Polresta Bulungan, nanti saya kabari perkembangan selanjutnya,” ujarnya singkat. (rm)

Back to top button