TANJUNG SELOR – Keluhan masyarakat terkait jaringan internet Telkomsel yang tidak stabil di sejumlah wilayah Kabupaten Bulungan dalam sepekan terakhir mendapat perhatian serius. Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIP) Bulungan bersama PT Telkom Kalimantan Utara, KNPI Bulungan dan BEM Universitas Kaltara (Unikaltar) menggelar pertemuan untuk mencari solusi.
Hasilnya, disepakati langkah penguatan jaringan internet guna meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi gangguan yang selama ini dikeluhkan warga.
Kepala DKIP Bulungan, Yunus Luat menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan dengan pihak Telkom, salah satu penyebab utama menurunnya kualitas jaringan adalah keterbatasan jumlah Base Transceiver Station (BTS) dibandingkan dengan jumlah pengguna yang terus meningkat.
“Setiap BTS memiliki kapasitas pengguna dan jangkauan layanan tertentu. Ketika jumlah pengguna melebihi kapasitas yang tersedia, kualitas jaringan dapat menurun sehingga masyarakat merasakan internet menjadi lambat atau tidak stabil,” ujar Yunus, Kamis (11/6/2026).
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 78 BTS yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bulungan. Namun, tingginya pertumbuhan pengguna layanan telekomunikasi membuat kapasitas jaringan di beberapa wilayah mengalami tekanan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Jumlah BTS yang ada saat ini masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang terus bertambah. Karena itu diperlukan penguatan jaringan agar kualitas layanan semakin baik,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Telkom menyatakan komitmennya untuk melakukan optimalisasi serta penguatan jaringan pada sejumlah titik yang selama ini sering mengalami gangguan maupun kualitas sinyal yang kurang stabil.
“Hasil pertemuan menyepakati adanya langkah penguatan jaringan, khususnya pada spot-spot yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat karena kualitas internet yang belum optimal,” jelas Yunus.
Menurutnya, stabilitas jaringan internet kini menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Selain mendukung komunikasi sehari-hari, konektivitas yang baik juga sangat diperlukan untuk kegiatan pendidikan, pelayanan publik, dunia usaha hingga pelaksanaan berbagai agenda pemerintahan yang semakin bergantung pada teknologi digital.
Karena itu, DKIP Bulungan mendorong agar penguatan jaringan dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat menikmati layanan internet yang lebih cepat, stabil dan merata.
“Kami berharap jaringan internet di Bulungan dapat semakin andal, terutama saat pelaksanaan berbagai kegiatan besar yang membutuhkan dukungan konektivitas digital yang baik,” ujarnya.
Pemkab Bulungan juga akan terus berkoordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi guna memastikan kebutuhan masyarakat terhadap akses internet dapat terpenuhi secara optimal, sejalan dengan percepatan transformasi digital di daerah.
Yunus menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, penyedia layanan telekomunikasi, organisasi kepemudaan dan kalangan akademisi menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang berkualitas.
“Kami berharap penguatan jaringan yang disepakati dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat Bulungan memperoleh akses internet yang lebih stabil, cepat dan merata,” pungkasnya. (rm)

