NUNUKAN – Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat rusaknya akses jalan menuju Kecamatan Krayan Selatan mulai berdampak serius terhadap pelayanan dasar masyarakat. Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN terpaksa dibatasi dari sebelumnya 12 jam per hari menjadi hanya sekitar tiga jam karena stok BBM semakin menipis.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, pasokan BBM untuk operasional PLN tidak dapat didistribusikan dari Long Bawan lantaran kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui. Akibatnya, PLN hanya mengandalkan sisa stok BBM yang tersedia untuk menjaga layanan listrik tetap menyala.
“Karena pasokan BBM dari Long Bawan tidak bisa masuk akibat kondisi jalan yang rusak, PLN hanya menggunakan stok yang ada. Operasional listrik yang sebelumnya menyala dari pukul 18.00 hingga 06.00 WITA, sekarang hanya bisa beroperasi sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 WITA,” ujar Oktavianus, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, dampak krisis BBM tidak hanya dirasakan oleh pelanggan listrik rumah tangga, tetapi juga mengganggu layanan telekomunikasi.
Sejumlah menara telekomunikasi di wilayah tersebut mengalami kendala operasional karena membutuhkan pasokan listrik untuk menjalankan perangkat pendukungnya.
“Jaringan telekomunikasi juga ikut terganggu karena menara tersebut membutuhkan pasokan listrik untuk tetap beroperasi,” ungkapnya.
Pemerintah Kecamatan Krayan Selatan terus memantau perkembangan situasi dan berharap akses distribusi BBM dapat segera kembali normal. Jika pasokan BBM tidak dapat masuk dalam waktu dekat, risiko pemadaman listrik total semakin besar.
“Ke depan akan terus dievaluasi. Kalau BBM tetap tidak bisa masuk, maka berpotensi terjadi pemadaman total,” tegasnya.
Kondisi tersebut menambah tantangan masyarakat Krayan Selatan yang selama ini bergantung pada pasokan listrik untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, komunikasi, hingga pelayanan publik.
Warga pun berharap pemerintah dan instansi terkait segera mempercepat perbaikan akses jalan agar distribusi BBM kembali lancar dan pelayanan kelistrikan dapat pulih.
Saat ini, stok BBM yang tersedia untuk mengoperasikan dua unit mesin PLTD diperkirakan sekitar 700 liter. Jumlah tersebut digunakan PLN untuk mempertahankan layanan listrik terbatas sambil menunggu pasokan baru dapat masuk ke wilayah Krayan Selatan. (sym)