TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang sedang hingga mencapai 2,5 meter di sejumlah perairan Kalimantan Utara (Kaltara) pada 9 hingga 11 Juli 2026. Nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan sebelum beraktivitas di laut.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan Sulam Khilmi mengatakan, peringatan tersebut diterbitkan setelah hasil analisis menunjukkan peningkatan kecepatan angin yang berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa wilayah perairan strategis.
“Berdasarkan hasil analisis, terdapat potensi tinggi gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Kalimantan Utara,” ujarnya.
Wilayah yang diprakirakan terdampak meliputi Perairan Tanjung Selor, Perairan Tarakan, serta Perairan Nunukan–Sebatik. Sementara pola angin di wilayah Kaltara umumnya bergerak dari barat hingga selatan dengan kecepatan berkisar 6 hingga 25 knot. Kecepatan angin tertinggi diprediksi terjadi di Perairan Tanjung Selor.
Menurut Sulam, kondisi tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal berukuran kecil. Perahu nelayan dinilai berisiko apabila kecepatan angin mencapai atau melebihi 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai atau melebihi 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
BMKG mengimbau seluruh pengguna transportasi laut untuk terus memantau informasi cuaca terbaru sebelum berlayar serta memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan digunakan dengan baik.
“Kami mengimbau nelayan, operator kapal, dan seluruh pengguna transportasi laut agar selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG sebelum berlayar. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas di laut ditunda demi keselamatan,” tegas Sulam. (rz)

