KALTARABULUNGAN

Puluhan Kades Digembleng Lewat Retreat

TANJUNG SELOR – Sebanyak 74 kepala desa se-Kabupaten Bulungan mengikuti retreat selama lima hari sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan, membangun integritas, sekaligus menyelaraskan arah pembangunan desa dengan 15 program prioritas Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Bupati Bulungan Syarwani menegaskan, desa menjadi ujung tombak pembangunan sehingga tata kelola pemerintahan harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Retreat yang berlangsung pada 19–23 Juli 2026 itu diawali dengan apel pembukaan di halaman Kantor BKPSDM Bulungan, Senin (20/7). Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kilat, Sekretaris Daerah H. Risdianto, jajaran kepala OPD, Forkopimda, serta seluruh kepala desa peserta.

Bupati Syarwani menegaskan, retreat bukan sekadar kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa, melainkan forum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Melalui retreat ini kami ingin memperkuat kapasitas kepemimpinan, membangun karakter, mempererat sinergi, serta menyamakan persepsi dalam menjalankan pemerintahan desa yang baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan tantangan pemerintahan desa semakin kompleks. Selain dituntut mengelola keuangan desa secara akuntabel, kepala desa juga harus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong partisipasi masyarakat, hingga memanfaatkan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Syarwani juga mengingatkan seluruh kepala desa untuk menjunjung tinggi integritas dan menghindari penyalahgunaan kewenangan.
“Kelola pemerintahan desa secara transparan dan akuntabel. Hindari penyalahgunaan kewenangan karena kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga,” tegasnya.

Menurut Syarwani, retreat juga menjadi wadah menyelaraskan program pembangunan desa dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Bulungan agar seluruh program berjalan searah. Salah satu fokus yang didorong ialah implementasi One Village One Product (OVOP) sebagai bagian dari 15 program prioritas daerah untuk mendorong setiap desa mengembangkan produk unggulan sesuai potensi masing-masing.

Ia menjelaskan kawasan barat Bulungan, khususnya Kecamatan Peso, diproyeksikan menjadi sentra pengembangan pangan dan perkebunan melalui program Kawasan Cepat Tumbuh. Sementara desa-desa di Kecamatan Bunyu, Tanjung Palas Timur, dan Tanjung Palas Tengah diarahkan memperkuat sektor perikanan.

Di sisi lain, pengembangan kakao juga terus didorong hingga kini hasil olahannya berupa bubuk kakao dan cokelat batangan telah dipasarkan melalui Sarinah. “Harapannya, seluruh potensi desa dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa,” katanya.

Selama retreat, para peserta menerima materi dari berbagai narasumber, mulai unsur Forkopimda, Kejaksaan, Kepolisian, Inspektorat, Bapperida hingga mitra strategis. Materi meliputi regulasi pemerintahan desa, pengawasan penggunaan dana desa, tata kelola keuangan, hingga strategi pengembangan ekonomi lokal.

Sementara itu, Kepala Desa Pimping, Alan Bilung menilai, retreat memberikan manfaat besar karena menjadi ruang belajar sekaligus bertukar pengalaman antar kepala desa. Menurutnya, materi yang diterima memperkaya wawasan dalam pengelolaan pemerintahan dan keuangan desa.

Alan mengatakan, Desa Pimping terus mengembangkan potensi budaya setelah ditetapkan sebagai Desa Budaya pada 2023. Tradisi Meja Panjang yang rutin digelar setiap awal tahun serta berbagai kesenian tradisional menjadi kekuatan desa yang akan terus dilestarikan.

“Di retreat ini kami saling berbagi ilmu dan pengalaman. Apa yang berhasil di satu desa bisa menjadi inspirasi bagi desa lainnya untuk terus berkembang,” tutupnya. (rm)

Back to top button