TARAKAN – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, dinamika bursa calon ketua umum mulai menghangat. Di tengah ramainya dukungan yang beredar di media massa dan media sosial, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tarakan mengingatkan agar muktamar tidak hanya menjadi ajang kontestasi, melainkan momentum mengembalikan semangat perjuangan NU ke akar rumput sesuai nilai historis organisasi.
Ketua PC GP Ansor Tarakan, Muhammad Zaid Hadi mengatakan, munculnya sejumlah nama kandidat merupakan hal yang lumrah menjelang muktamar. Menurutnya, pembahasan mengenai calon di berbagai platform menjadi bagian dari dinamika organisasi yang tidak dapat dihindari.
“Sejumlah nama memang sudah mulai muncul dan ramai dibicarakan, baik di televisi nasional maupun di media sosial seperti Instagram dan TikTok. Itu hal yang wajar dalam dinamika menjelang muktamar,” ujarnya.
Zaid mengungkapkan, GP Ansor telah menerima arahan dari pimpinan pusat agar Muktamar NU ke-35 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat NU sebagai organisasi yang lahir dari pesantren dan para ulama sejak 1926. Nilai-nilai tersebut dinilai harus tetap menjadi pijakan utama dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Ia menegaskan, hingga saat ini PC GP Ansor Tarakan belum menentukan arah dukungan kepada kandidat tertentu. Pihaknya masih fokus melakukan konsolidasi internal dan mempersiapkan keikutsertaan dalam forum muktamar.
Menurutnya, setiap cabang memiliki hak suara dan umumnya mengirim beberapa delegasi yang terdiri atas peserta penuh maupun peninjau.
Terkait aspirasi daerah, Zaid menyebut belum ada isu khusus yang akan dibawa Ansor Tarakan ke forum muktamar.
Namun, peluang menyampaikan persoalan strategis tetap terbuka apabila dianggap penting bagi kemajuan organisasi. “Harapannya tentu siapa pun yang terpilih nanti adalah yang terbaik dan mampu membawa NU semakin kuat, terutama di tingkat akar rumput,” pungkasnya. (rz)