NUNUKAN – PT Jaya Oleo Sejahtera terus menguatkan komitmennya dalam membangun kemitraan yang sehat dan transparan dengan para petani kelapa sawit di Pulau Sebatik. Setelah menjamin penyerapan hasil panen warga, pabrik Crude Palm Oil (CPO) ini memastikan seluruh proses transaksi dilakukan secara adil melalui penggunaan timbangan yang telah memenuhi standar aturan hukum dan teruji akurasinya.
External Relationship Manager PT Jaya Oleo Sejahtera, Jhon Sumitro, S.Th., M.H., memastikan, unit timbangan pabrik mereka telah menjalani proses uji tera resmi. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian, rasa aman, serta perlindungan hak bagi para petani agar tonase buah sawit yang ditimbang benar-benar presisi dan tidak merugikan pihak manapun.
“Keakuratan alat ukur kami menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Kalau timbangan kami tidak sesuai aturan dan presisi, kami pasti akan merugikan dan berlaku tidak adil kepada masyarakat, dan kami tidak mau itu terjadi,” ungkapnya kepada satukaltara.com.
Selain jaminan keakuratan timbangan, nilai beli Tandan Buah Segar (TBS) yang ditawarkan perusahaan juga dipastikan bersaing dengan pabrik kelapa sawit lainnya di wilayah tersebut. Soal acuan harga ini, beber Jhon, perusahaan selalu patuh pada ketetapan pemerintah daerah. Termasuk, kata Jhon, perusahaan melakukan pembayaran tepat waktu.
“Sudah ada aturan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui ederan itu, kami akan patuhi. Edaran itu adalah pedoman. Termasuk, kami akan bayar tepat waktu, kecuali Sabtu dan Minggu, kan libur,” tegasnya.
Seperti diketahui, Pemkab Nunukan belum lama ini mengeluarkan pedoman penetapan harga TBS kelapa sawit produksi pekebun mitra. Pedoman itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Nunukan Nomor 47 Tahun 2026. Berdasarkan regulasi tersebut, penetapan acuan harga TBS disesuaikan dengan umur tanaman, yakni tanaman usia 3 tahun dikenakan harga Rp2.916,56 per kilogram dan tanaman usia 10–20 tahun dikenakan harga Rp3.362,20 per kilogram.
”Harga beli sawit kami tidak pernah turun dari batasan yang telah ditetapkan pemerintah. Kami ingin memastikan petani mendapat hak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Langkah transparansi timbangan dan kepatuhan harga ini, harap Jhon, akan terus mengukuhkan hubungan kerja sama yang harmonis antara PT Jaya Oleo Sejahtera dengan para petani sawit di kawasan perbatasan Sebatik. “Konsep utamanya kan agar semua sejahtera. Perusahaan sejahtera, masyarakat juga sejahtera. Kalau sudah begitu, pemerintah juga akan lebih nyaman menjalankan tugasnya. Makanya, semua harus kita jalankan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (2ku)