TARAKAN – Keluhan warga terkait tegangan listrik yang tidak stabil di kawasan Jalan Teratai, Pasir Putih, mendapat tanggapan dari PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tarakan. Namun, hingga kini perusahaan pelat merah itu masih dalam tahap evaluasi dan belum memberikan kepastian penanganan.
Manager PLN ULP Tarakan Ghusaebi ST membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari pelanggan. Meski demikian, ia menyebut PLN masih menelusuri data pengaduan yang masuk melalui kanal resmi.
“PLN telah menerima informasi dan masukan dari pelanggan. Saat ini kami masih melakukan penelusuran terhadap data pengaduan untuk memastikan waktu penerimaan laporan pertama serta riwayat tindak lanjutnya,” ujarnya.
Sejumlah warga sebelumnya mengeluhkan kondisi tegangan listrik yang naik turun selama lebih dari satu tahun. Dampaknya, berbagai peralatan elektronik di rumah tidak dapat berfungsi optimal, termasuk pendingin ruangan (AC) yang tidak dingin meski daya listrik tergolong besar.
Menanggapi hal tersebut, Ghusaebi menjelaskan, persoalan tegangan tidak selalu berkaitan langsung dengan besaran daya pelanggan.
“Kapasitas daya dan kualitas tegangan merupakan dua hal yang berbeda. Jika tegangan berada di luar rentang kerja yang dipersyaratkan, maka performa peralatan listrik bisa menurun,” jelasnya.
Terkait penyebab gangguan, PLN mengaitkannya dengan meningkatnya kebutuhan listrik di kawasan tersebut. Pertumbuhan pelanggan disebut berdampak pada beban sistem distribusi yang ada saat ini.
“Seiring perkembangan beban listrik, diperlukan penguatan pada sistem distribusi agar kualitas pasokan tetap terjaga,” katanya.
Namun demikian, PLN belum dapat memastikan langkah teknis yang akan diambil, termasuk jadwal pemasangan peralatan yang disebut warga sudah tersedia di lokasi.
“Informasi mengenai peralatan tersebut masih dalam proses verifikasi. Kami perlu memastikan jenis dan status penggunaannya,” ujarnya.
PLN juga belum memberikan kepastian kapan penanganan konkret akan dilakukan. Dalam waktu dekat, langkah yang direncanakan masih sebatas survei lapangan dan pengukuran jaringan.
“Kegiatan yang dilakukan meliputi survei, pengukuran kondisi teknis, serta penentuan titik pengembangan jaringan,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait keluhan warga yang mengaku telah melapor hingga empat kali tanpa hasil maksimal, PLN menyatakan masih menelusuri riwayat laporan tersebut. Perusahaan juga menegaskan bahwa tidak semua persoalan tegangan bisa diselesaikan secara cepat.
“Dalam beberapa kasus diperlukan evaluasi teknis yang lebih mendalam agar solusi yang diberikan bersifat menyeluruh,” katanya.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai jadwal perbaikan maupun bentuk penguatan jaringan yang akan dilakukan di kawasan Pasir Putih. Warga berharap PLN segera melakukan tindakan nyata mengingat gangguan telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada aktivitas sehari-hari. (rz)